Advertisement

Investigasi Kecelakaan Bekasi Timur, Kemenhub Soroti Sinyal KA

Newswire
Kamis, 30 April 2026 - 07:47 WIB
Sunartono
Investigasi Kecelakaan Bekasi Timur, Kemenhub Soroti Sinyal KA Kemenhub dukung investigasi kecelakaan kereta Bekasi Timur. KNKT lakukan simulasi sinyal, 107 korban tercatat hingga 29 April 2026. - Antara.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung penuh investigasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, termasuk simulasi sistem persinyalan yang dilakukan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab insiden.

Langkah ini dilakukan setelah KNKT menjalankan simulasi teknis terhadap sistem persinyalan kereta api sebagai bagian dari penyelidikan pascakecelakaan yang melibatkan kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) malam.

Advertisement

"Hasil simulasi menjadi bahan penting dalam mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan serta potensi kelemahan sistem,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, sebagaimana diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, simulasi persinyalan KNKT dilakukan untuk memahami kemungkinan penyebab teknis, khususnya terkait fungsi dan respons sistem persinyalan saat kejadian.

KNKT melakukan proses investigasi secara menyeluruh, objektif, dan berbasis data lapangan. Untuk itu, lanjut Menhub, pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil investigasi guna meningkatkan keselamatan operasional perkeretaapian.

"Kami tekankan kembali bahwa aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” ujar Dudy.

Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa pemulihan operasional kereta api terus berlangsung, dengan jalur hilir telah kembali dibuka sejak Selasa (28/4) dini hari.

Kemudian pada Rabu (29/4) dini hari, jalur hulu juga dinyatakan telah bersih dari puing-puing sisa kecelakaan, sehingga memungkinkan normalisasi layanan secara bertahap.

Sebagai bagian dari uji kesiapan jalur, Menhub Dudy turut menjajal perjalanan KRL dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Cikarang pada Rabu siang, guna memastikan jalur yang terdampak telah aman dilalui.

Sebelumnya, insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

PT KAI mencatat total 107 orang terdampak dalam kejadian ini, terdiri atas 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka hingga Rabu (29/4) siang.

Dari jumlah korban luka, sebanyak 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, seiring proses investigasi kecelakaan kereta Bekasi Timur yang terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Kecelakaan KRL CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam memicu kepanikan penumpang, dengan sejumlah korban dilaporkan terjepit di dalam gerbong dan proses evakuasi masih berlangsung hingga larut malam.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 20.53 WIB saat rangkaian KRL yang melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang berhenti di jalur 1, sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah barat.

Salah satu penumpang selamat, Munir, mengungkapkan bahwa KRL yang ditumpanginya sempat berhenti karena adanya gangguan di jalur, yakni insiden kereta lain yang berlawanan arah menabrak sebuah mobil taksi di perlintasan dekat lokasi kejadian.

"CommuterLine yang berhenti lantaran CommuterLine yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi," katanya di lokasi, Senin petang.

Tidak lama setelah berhenti, situasi berubah drastis ketika kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek melaju dan menghantam bagian belakang KRL dengan keras. Benturan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada gerbong paling belakang.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai menembus gerbong paling belakang CommuterLine," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Bus KSPN Malioboro ke Obelix Sea View Kamis 30 April

Jadwal Bus KSPN Malioboro ke Obelix Sea View Kamis 30 April

Jogja
| Kamis, 30 April 2026, 08:17 WIB

Advertisement

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Wisata
| Senin, 27 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement