Advertisement

Trump Klaim Raja Charles Bisa Dukung AS Hadapi Iran

Newswire
Kamis, 30 April 2026 - 08:57 WIB
Sunartono
Trump Klaim Raja Charles Bisa Dukung AS Hadapi Iran Donald Trump / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait dinamika geopolitik global. Ia menyebut Raja Inggris berpotensi mendukung Amerika Serikat dalam menghadapi Iran, di tengah ketegangan yang terus meningkat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Rabu (29/4/2026). Ia menilai Charles III kemungkinan akan berpihak pada AS jika keputusan berada di tangannya.

Advertisement

“Jika itu terserah Raja Charles, dia mungkin akan membantu kami melawan Iran,” kata Trump.

Tak hanya itu, Trump juga mengklaim bahwa Raja Charles akan mengikuti pandangan Amerika Serikat dalam menyikapi konflik di Ukraina, meskipun tidak memberikan penjelasan lebih rinci terkait dasar pernyataannya.

Sebelumnya, pada Maret 2026, Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang menolak memberikan dukungan kepada AS dalam konflik dengan Iran. Ia bahkan membandingkan Starmer dengan tokoh sejarah Inggris, Winston Churchill.

“Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi,” kata Trump.

Selain isu geopolitik, Trump turut mengkritik kebijakan domestik Starmer, terutama terkait migrasi dan energi yang dinilainya tidak sejalan dengan kepentingan strategis Amerika Serikat.

Pada 1 April 2026, Trump juga menyatakan tengah mempertimbangkan langkah besar dalam kebijakan luar negeri, termasuk kemungkinan menarik Amerika Serikat dari NATO. Wacana ini mencuat setelah sejumlah sekutu menolak terlibat dalam konflik yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran.

Menurut Trump, sikap negara-negara Eropa yang tidak merespons ajakan Washington untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz menunjukkan berkurangnya keandalan kawasan tersebut sebagai mitra pertahanan. Ia pun menilai hubungan transatlantik perlu dievaluasi ulang di tengah perubahan dinamika global yang semakin kompleks.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur maritim paling strategis dan vital di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman serta Laut Arab. Sebagai jalur utama bagi distribusi minyak mentah global, selat ini menjadi urat nadi energi dunia karena dilewati oleh puluhan kapal tanker setiap harinya yang mengangkut sekitar seperlima dari total konsumsi minyak bumi global.

Secara geografis, selat yang diapit oleh Iran di sisi utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di sisi selatan ini memiliki lebar penyempitan hanya sekitar 33 kilometer, namun peran geopolitiknya sangat besar karena setiap gangguan pada arus lalu lintas di wilayah ini dapat memicu fluktuasi harga energi secara instan di pasar internasional.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah menempatkan Selat Hormuz sebagai "senjata" geopolitik yang sangat kuat, di mana Iran berulang kali mengancam akan menutup jalur tersebut sebagai respons atas tekanan ekonomi dan sanksi militer dari Barat.

Posisi geografis Iran yang menguasai garis pantai utara selat ini memungkinkan mereka untuk memantau dan menginterogasi setiap kapal yang melintas, menciptakan situasi gesekan yang sering kali berujung pada penyitaan kapal tanker atau insiden keamanan lainnya.

Bagi Amerika Serikat, menjaga selat ini tetap terbuka adalah prioritas keamanan nasional yang absolut guna memastikan stabilitas pasokan energi global dan melindungi kepentingan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal KA Bandara YIA Reguler Kamis 30 April 2026

Jadwal KA Bandara YIA Reguler Kamis 30 April 2026

Jogja
| Kamis, 30 April 2026, 09:37 WIB

Advertisement

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Wisata
| Senin, 27 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement