Sidang Perdana Yaqut dalam Kasus Kuota Haji Digelar 11 Agustus 2026
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas akan menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji pada 11 Agustus 2026 di PN Jakarta Pusat.
Hujan. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprediksi melanda berbagai wilayah di Indonesia pada Kamis. Kondisi ini dipicu dinamika atmosfer yang aktif, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
BMKG melalui prakirawan cuaca Ina Indah H menjelaskan bahwa sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi meliputi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, hingga Maluku. Informasi tersebut disampaikan dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta.
Selain itu, untuk kawasan Indonesia bagian barat, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai kemungkinan hujan disertai petir yang berpotensi terjadi di Banjarmasin dan Tanjung Selor. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan turun di Padang, Semarang, dan Yogyakarta.
Ina menambahkan, sejumlah kota lain diprediksi mengalami hujan ringan, antara lain Medan, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Jambi, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Surabaya, Pontianak, Palangka Raya, serta Samarinda. Adapun kondisi berawan tebal berpotensi terjadi di Banda Aceh.
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan petir di Ambon. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Denpasar, Mataram, Mamuju, dan Nabire.
Lebih lanjut, sejumlah daerah lain seperti Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, Jayapura, hingga Merauke diprediksi mengalami hujan ringan. Sementara kondisi langit berawan tebal berpotensi terjadi di Kupang dan Manado seiring dinamika atmosfer yang masih aktif di kawasan tersebut.
Mengingat intensitas potensi curah hujan, seluruh lapisan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, maupun angin kencang.
Langkah antisipasi dapat dimulai dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama memastikan saluran air tidak tersumbat sampah agar debit hujan dapat mengalir lancar. Selain itu, warga diharapkan memeriksa ketahanan struktur atap rumah serta memangkas dahan pohon yang sudah rimbun guna menghindari risiko tumbang.
Keselamatan adalah tanggung jawab bersama; jangan menunggu bencana datang baru bertindak. Mari menjaga lingkungan tetap bersih dan selalu waspada demi keamanan seluruh anggota keluarga.
Penting juga bagi masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari otoritas berwenang dan menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok serta dokumen penting. Dengan langkah preventif yang dilakukan secara kolektif, diharapkan dampak buruk dari tingginya curah hujan dapat diminimalisir demi keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas akan menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji pada 11 Agustus 2026 di PN Jakarta Pusat.
Dukcapil mengungkap tren nama unik warga Indonesia, mulai dari Naruto, Taylor Swift, hingga nama pahlawan nasional. Nama-nama tradisional juga mulai tergeser ol
Pendapatan retribusi Pantai Parangtritis dan Depok mencapai Rp2,4 miliar pada Juli 2026. Pemkal Parangtritis mengevaluasi layanan dan optimistis target PAD wisa
The Shawshank Redemption masih memimpin rating IMDb tertinggi sepanjang masa. Simak daftar 25 film terbaik versi jutaan pengguna IMDb.
Servis motor rutin membantu menjaga performa kendaraan. Simak komponen yang wajib dicek dan estimasi biaya servis bulanan.
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.