Advertisement

AS Siapkan Opsi Serangan ke Iran, Selat Hormuz Memanas

Newswire
Jum'at, 24 April 2026 - 19:07 WIB
Abdul Hamied Razak
AS Siapkan Opsi Serangan ke Iran, Selat Hormuz Memanas Ilustrasi - Militer Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu - py.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat meski kedua pihak masih berada dalam masa gencatan senjata. Sejumlah laporan menyebutkan militer AS tengah menyiapkan berbagai skenario serangan baru, termasuk di kawasan strategis Selat Hormuz.

Mengutip laporan CNN, opsi militer yang dipertimbangkan mencakup penargetan kapal serang cepat, kapal penebar ranjau, hingga aset perang asimetris milik Iran yang dinilai berpotensi mengganggu jalur pelayaran global. Selain itu, fasilitas dwiguna seperti pembangkit listrik dan jembatan juga masuk dalam daftar pertimbangan serangan.

Advertisement

Tak hanya itu, skenario lain yang dibahas termasuk kemungkinan menargetkan tokoh militer penting Iran, seperti komandan Korps Garda Revolusi Islam Ahmad Vahidi.

Situasi ini merupakan kelanjutan dari konflik yang memanas sejak serangan pada 28 Februari lalu yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Iran. Setelah itu, kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada awal April, namun perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

Meski belum ada deklarasi resmi dimulainya kembali konflik terbuka, langkah-langkah militer terus dilakukan. AS dilaporkan telah menerapkan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran, sekaligus meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Teluk.

Presiden AS Donald Trump bahkan mengeluarkan instruksi tegas kepada Angkatan Laut AS untuk menindak setiap kapal kecil yang dicurigai memasang ranjau di Selat Hormuz. Ia menegaskan tidak boleh ada keraguan dalam pelaksanaan perintah tersebut.

Selain itu, Trump juga memerintahkan peningkatan operasi penyapuan ranjau hingga tiga kali lipat guna memastikan keamanan jalur pelayaran internasional. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute distribusi minyak paling vital di dunia.

Sementara itu, Pentagon menyampaikan kepada Kongres bahwa proses pembersihan ranjau di kawasan tersebut berpotensi memakan waktu hingga enam bulan. Laporan menyebutkan Iran diduga telah menempatkan puluhan ranjau, termasuk yang menggunakan teknologi GPS sehingga sulit dideteksi.

Namun, pemerintah Iran membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda. Di sisi lain, dinamika internal Iran juga disebut tengah memanas, dengan adanya perbedaan pandangan antara kelompok garis keras dan moderat.

Trump bahkan mengklaim bahwa AS kini memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan menegaskan tidak ada kapal yang dapat melintas tanpa persetujuan Angkatan Laut AS. Pernyataan ini mempertegas eskalasi konflik yang masih berpotensi berkembang dalam waktu dekat, meski peluang diplomasi disebut masih terbuka dalam beberapa hari ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Ratusan Ribu Keluarga di Gunungkidul Terima Bansos Beras dan Minyak

Ratusan Ribu Keluarga di Gunungkidul Terima Bansos Beras dan Minyak

Gunungkidul
| Jum'at, 24 April 2026, 22:17 WIB

Advertisement

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Wisata
| Jum'at, 24 April 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement