Advertisement

Trump Akui Negosiasi AS-Iran Ada di Jalan Buntu

Newswire
Jum'at, 17 April 2026 - 16:57 WIB
Maya Herawati
Trump Akui Negosiasi AS-Iran Ada di Jalan Buntu Donald Trump / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, MOSKWA—Peluang kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran masih belum menemui titik terang. Presiden AS Donald Trump mengakui negosiasi yang berlangsung belum menghasilkan kesepakatan final dan bahkan berpotensi gagal.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara di Las Vegas, Kamis, di tengah komunikasi yang masih berjalan antara Washington dan Teheran.

Advertisement

“Kami belum mencapai kesepakatan. Mungkin saja tidak akan tercapai,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Meski demikian, Trump tetap membuka peluang adanya perkembangan positif dalam waktu dekat. Ia menyebut kemungkinan muncul “kejutan menyenangkan”, termasuk potensi penurunan harga minyak dan bensin.

Negosiasi Masih Berjalan di Tengah Gencatan Senjata

Trump juga mengisyaratkan pertemuan lanjutan antara kedua negara dapat berlangsung pada akhir pekan ini. Hal itu terjadi seiring masih berlakunya gencatan senjata sementara antara kedua pihak.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran menggelar pembicaraan di Islamabad pada 11 April setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan perundingan tersebut belum membuahkan hasil dan delegasi AS kembali tanpa kesepakatan.

Situasi semakin kompleks setelah Angkatan Laut AS memberlakukan blokade terhadap lalu lintas maritim di sekitar Selat Hormuz pada 13 April.

Selat ini merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, sehingga setiap ketegangan berdampak langsung terhadap pasar energi global.

Klaim Uranium Tambah Dinamika

Di tengah negosiasi yang belum pasti, Trump juga mengklaim Iran bersedia menyerahkan uranium yang diperkaya kepada Amerika Serikat.

“Iran tidak memiliki senjata nuklir, dan mereka telah menyetujuinya,” kata Trump, seperti dilaporkan The Washington Post.

Ia menyebut uranium yang dimaksud sebagai “debu nuklir”, merujuk pada material yang sangat diperkaya.

Ketegangan antara kedua negara sebelumnya memuncak setelah serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari yang menyasar sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut diikuti aksi balasan Iran ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Hingga kini, proses diplomasi masih berlangsung dengan ketidakpastian tinggi, sementara dinamika geopolitik terus memengaruhi stabilitas kawasan dan harga energi global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Aksi Siang Bolong di FIB UGM, Tujuh Bilah Gamelan Hilang

Aksi Siang Bolong di FIB UGM, Tujuh Bilah Gamelan Hilang

Sleman
| Jum'at, 17 April 2026, 17:57 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement