Jadwal SIM Keliling Polda DIY 9 Juli 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
SIM Keliling DIY kembali beroperasi 9 Juli 2026. Cek jadwal lokasi dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. - Freepik
Harianjogja.com, WASHINGTON—Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah militer AS melancarkan serangan lanjutan yang menargetkan kekuatan militer Iran di kawasan strategis Selat Hormuz. Langkah ini menandai eskalasi terbaru setelah sebelumnya gencatan senjata dinyatakan berakhir.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dikutip dari Antara pada Kamis (9/7/2026) mengonfirmasi bahwa operasi militer tambahan telah dimulai atas arahan langsung pimpinan tertinggi AS. Serangan tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebut Iran bertanggung jawab atas serangkaian agresi terhadap kapal niaga dan awak sipil di perairan internasional. Washington menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa serangan AS kali ini menyasar fasilitas strategis milik Iran, termasuk radar pantai, sistem pertahanan udara, serta posisi rudal antikapal yang dikelola Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Target-target ini dinilai krusial dalam penguasaan jalur laut di kawasan Teluk.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku. Tak lama setelah pernyataan tersebut, media Iran melaporkan adanya ledakan di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu, memperkuat indikasi meningkatnya konflik militer terbuka.
Di tengah eskalasi ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan keprihatinan mendalam. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, memperingatkan bahwa konfrontasi militer yang kembali terjadi berisiko menggagalkan upaya diplomatik yang telah dibangun sebelumnya.
PBB juga menilai bahwa konflik yang terus meningkat dapat memicu dampak luas, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi global. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dan gas alam cair dunia.
“Permusuhan skala penuh akan membawa konsekuensi bencana bagi masyarakat kawasan dan keamanan internasional,” ujar Dujarric dalam konferensi pers.
PBB mendesak kedua pihak untuk menahan diri, menghentikan eskalasi, serta kembali ke jalur diplomasi. Selain itu, semua pihak diingatkan untuk mematuhi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.
Konflik terbaru ini dipicu oleh serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz yang sebelumnya dituduhkan kepada Iran. Insiden tersebut memicu respons militer dari Amerika Serikat dan membuka kembali babak baru ketegangan yang berpotensi meluas.
Dengan posisi Selat Hormuz sebagai jalur utama perdagangan energi dunia, eskalasi konflik ini tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga berpotensi mengguncang pasar energi global dan perekonomian internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SIM Keliling DIY kembali beroperasi 9 Juli 2026. Cek jadwal lokasi dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bank Mandiri Taspen memastikan layanan di Cabang Purwokerto tetap normal meski ada aksi nasabah terkait dugaan penipuan investasi oleh oknum pegawai.
Bapanas memastikan harga beras tetap terkendali dengan stok 5,2 juta ton. Program bantuan dan intervensi disiapkan hingga akhir 2026.
MOTOROiD Lambda dari Yamaha raih Red Dot Award 2026. Motor konsep ini bisa belajar dan menjaga keseimbangan sendiri tanpa dikendarai manusia.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp2 miliar untuk melanjutkan revitalisasi taman dan pedestrian Jalan KRT Pringgodiningrat hingga Denggung.
AS melancarkan serangan ke Iran di Selat Hormuz usai gencatan senjata berakhir. PBB peringatkan dampak besar bagi ekonomi dan keamanan global.