900 Ton Gandum Sudah Dikirim ke Palestina, Laju Peduli Ungkap Sumbernya
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. - Freepik
Harianjogja.com, WASHINGTON—Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah militer AS melancarkan serangan lanjutan yang menargetkan kekuatan militer Iran di kawasan strategis Selat Hormuz. Langkah ini menandai eskalasi terbaru setelah sebelumnya gencatan senjata dinyatakan berakhir.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dikutip dari Antara pada Kamis (9/7/2026) mengonfirmasi bahwa operasi militer tambahan telah dimulai atas arahan langsung pimpinan tertinggi AS. Serangan tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebut Iran bertanggung jawab atas serangkaian agresi terhadap kapal niaga dan awak sipil di perairan internasional. Washington menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa serangan AS kali ini menyasar fasilitas strategis milik Iran, termasuk radar pantai, sistem pertahanan udara, serta posisi rudal antikapal yang dikelola Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Target-target ini dinilai krusial dalam penguasaan jalur laut di kawasan Teluk.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku. Tak lama setelah pernyataan tersebut, media Iran melaporkan adanya ledakan di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu, memperkuat indikasi meningkatnya konflik militer terbuka.
Di tengah eskalasi ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan keprihatinan mendalam. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, memperingatkan bahwa konfrontasi militer yang kembali terjadi berisiko menggagalkan upaya diplomatik yang telah dibangun sebelumnya.
PBB juga menilai bahwa konflik yang terus meningkat dapat memicu dampak luas, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi global. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dan gas alam cair dunia.
“Permusuhan skala penuh akan membawa konsekuensi bencana bagi masyarakat kawasan dan keamanan internasional,” ujar Dujarric dalam konferensi pers.
PBB mendesak kedua pihak untuk menahan diri, menghentikan eskalasi, serta kembali ke jalur diplomasi. Selain itu, semua pihak diingatkan untuk mematuhi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.
Konflik terbaru ini dipicu oleh serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz yang sebelumnya dituduhkan kepada Iran. Insiden tersebut memicu respons militer dari Amerika Serikat dan membuka kembali babak baru ketegangan yang berpotensi meluas.
Dengan posisi Selat Hormuz sebagai jalur utama perdagangan energi dunia, eskalasi konflik ini tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga berpotensi mengguncang pasar energi global dan perekonomian internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.