Muktamar Ke-35 NU Tetapkan 557 Pemilik Hak Suara
PBNU menetapkan 557 pemilik hak suara dalam DPT Muktamar Ke-35 NU. Sebanyak 590 peserta diverifikasi untuk mengikuti muktamar di Jombang.
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan akan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan musuh di Timur Tengah apabila terjadi agresi lanjutan terhadap Iran. Ancaman tersebut disampaikan setelah IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan IRGC sebagaimana dilaporkan Press TV. Korps elite Iran tersebut menegaskan penutupan Selat Hormuz akan tetap diberlakukan hingga intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.
Penutupan Selat Hormuz Dipicu Dugaan Pelanggaran
Menurut laporan Press TV, IRGC memutuskan menutup Selat Hormuz setelah sebuah kapal yang tidak disebutkan identitasnya berupaya melintasi jalur tersebut dengan sistem identifikasi dimatikan serta menggunakan rute yang dinilai tidak sah.
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan akan memberikan respons apabila kembali terjadi tindakan militer terhadap Iran.
"Jika musuh melakukan tindakan agresi baru terhadap kami, tindakan itu akan dibalas dengan respons yang keras, dan pangkalan-pangkalan musuh lainnya di kawasan akan menjadi sasaran," demikian pernyataan IRGC yang dikutip oleh stasiun televisi tersebut.
CENTCOM Konfirmasi Serangan Tambahan ke Iran
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Rabu (8/7) mengonfirmasi bahwa militer AS telah melancarkan serangan lanjutan dengan menargetkan militer Iran di Selat Hormuz.
Dalam keterangannya, CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan atas arahan Panglima Tertinggi Amerika Serikat.
"Atas arahan Panglima Tertinggi, pasukan Komando Pusat Amerika Serikat telah memulai serangan tambahan terhadap Iran guna semakin melemahkan kemampuannya mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.
CENTCOM juga menyatakan Amerika Serikat meminta Iran bertanggung jawab atas serangan yang disebut menyasar kapal-kapal niaga dan awak sipil di jalur pelayaran internasional.
"Amerika Serikat meminta Iran bertanggung jawab atas agresi baru-baru ini yang tidak dapat dibenarkan terhadap kapal-kapal niaga dan awak sipil yang berlayar di jalur pelayaran internasional yang vital," lanjut pernyataan tersebut.
Ketegangan Kembali Meningkat
Sebelumnya pada Rabu pagi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, media Iran melaporkan terdengar ledakan di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu. Perkembangan tersebut menandai kembali meningkatnya ketegangan di kawasan setelah saling silang pernyataan dan aksi militer antara kedua pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PBNU menetapkan 557 pemilik hak suara dalam DPT Muktamar Ke-35 NU. Sebanyak 590 peserta diverifikasi untuk mengikuti muktamar di Jombang.
Produksi minyak nasional Juli 2026 baru 578.156 bopd dari target 610.000 boepd. ESDM mengungkap sejumlah kendala dan strategi mengejarnya.
Puan Maharani memastikan DPR siap menerima aspirasi demonstrasi 27 Agustus 2026 dan meminta massa menjaga ketertiban.
Sekitar 350 buruh MTG belum mendapat kepastian PHK, sementara gaji disebut belum dibayar sejak April. DPRD DIY meminta persoalan segera dituntaskan.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.