Seskab Teddy Dorong Anak Putus Sekolah Berani Punya Cita-Cita Besar
Seskab Teddy mendorong anak putus sekolah kembali belajar melalui Sekolah Rakyat. Program ini disebut telah memberi akses pendidikan bagi 43.000 anak.
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan akan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan musuh di Timur Tengah apabila terjadi agresi lanjutan terhadap Iran. Ancaman tersebut disampaikan setelah IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan IRGC sebagaimana dilaporkan Press TV. Korps elite Iran tersebut menegaskan penutupan Selat Hormuz akan tetap diberlakukan hingga intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.
Penutupan Selat Hormuz Dipicu Dugaan Pelanggaran
Menurut laporan Press TV, IRGC memutuskan menutup Selat Hormuz setelah sebuah kapal yang tidak disebutkan identitasnya berupaya melintasi jalur tersebut dengan sistem identifikasi dimatikan serta menggunakan rute yang dinilai tidak sah.
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan akan memberikan respons apabila kembali terjadi tindakan militer terhadap Iran.
"Jika musuh melakukan tindakan agresi baru terhadap kami, tindakan itu akan dibalas dengan respons yang keras, dan pangkalan-pangkalan musuh lainnya di kawasan akan menjadi sasaran," demikian pernyataan IRGC yang dikutip oleh stasiun televisi tersebut.
CENTCOM Konfirmasi Serangan Tambahan ke Iran
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Rabu (8/7) mengonfirmasi bahwa militer AS telah melancarkan serangan lanjutan dengan menargetkan militer Iran di Selat Hormuz.
Dalam keterangannya, CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan atas arahan Panglima Tertinggi Amerika Serikat.
"Atas arahan Panglima Tertinggi, pasukan Komando Pusat Amerika Serikat telah memulai serangan tambahan terhadap Iran guna semakin melemahkan kemampuannya mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.
CENTCOM juga menyatakan Amerika Serikat meminta Iran bertanggung jawab atas serangan yang disebut menyasar kapal-kapal niaga dan awak sipil di jalur pelayaran internasional.
"Amerika Serikat meminta Iran bertanggung jawab atas agresi baru-baru ini yang tidak dapat dibenarkan terhadap kapal-kapal niaga dan awak sipil yang berlayar di jalur pelayaran internasional yang vital," lanjut pernyataan tersebut.
Ketegangan Kembali Meningkat
Sebelumnya pada Rabu pagi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, media Iran melaporkan terdengar ledakan di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu. Perkembangan tersebut menandai kembali meningkatnya ketegangan di kawasan setelah saling silang pernyataan dan aksi militer antara kedua pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Seskab Teddy mendorong anak putus sekolah kembali belajar melalui Sekolah Rakyat. Program ini disebut telah memberi akses pendidikan bagi 43.000 anak.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.
Indonesia menjamu Rumania pada Piala Davis Grup II Dunia 2026 di Jakarta, 18-20 September, dengan target bertahan di Grup II.
Yayasan sekolah di Jaksel meminta perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen terkait temuan 995 senjata, amunisi, dan barang lainnya.
Jaecoo J5 EV mencatat penjualan 3.200 unit pada Juli 2026, naik 4,9% dan menjadi penjualan bulanan tertinggi sepanjang Januari-Juli 2026.