Iran Ancam Balas Serangan Baru AS, Trump Klaim Jadi Target Pembunuhan

Newswire
Newswire Kamis, 09 Juli 2026 10:07 WIB
Iran Ancam Balas Serangan Baru AS, Trump Klaim Jadi Target Pembunuhan

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah gelombang serangan terbaru yang diklaim dilakukan militer AS. Iran pun langsung merespons dengan ancaman keras terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat.

Penasihat militer senior Iran, Mohsen Rezaei, dikutip dari Antara menegaskan bahwa “musuh agresor dan kaki tangannya” akan menerima hukuman berat atas serangan tersebut. Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan di media sosial X, hanya beberapa saat setelah laporan ledakan muncul di sejumlah wilayah Iran bagian selatan.

Media pemerintah Iran melaporkan adanya kerusakan akibat pecahan proyektil yang menghantam Rumah Sakit Imam Ali di kota pelabuhan Chabahar. Meski demikian, laporan lain menyebutkan bahwa fasilitas vital seperti pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr tidak mengalami kerusakan berarti.

Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi serangan tambahan ke wilayah Iran. Serangan tersebut disebut sebagai langkah strategis untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional, khususnya di kawasan Selat Hormuz yang sangat vital bagi perdagangan global.

Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku. Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam sebelum laporan ledakan kembali terdengar di berbagai kota di Iran.

Dalam pernyataan terpisah, Trump juga mengklaim dirinya menjadi target utama ancaman pembunuhan dari Iran. Ia bahkan menyebut peluang terhadap ancaman tersebut mencapai 5,2 persen—angka yang menurutnya jauh lebih tinggi dibandingkan risiko profesi berbahaya lainnya.

“Saya bisa saja menjadi target nomor satu mereka. Tapi saya tidak peduli, saya hanya menjalankan tugas saya,” ujar Trump dalam konferensi pers.

Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Dalam beberapa tahun terakhir, Trump diketahui telah selamat dari sejumlah percobaan pembunuhan. Salah satunya terjadi saat kampanye di Pennsylvania pada 2024, di mana ia mengalami luka tembak di bagian telinga.

Insiden lain juga terjadi di Florida serta dalam sebuah acara resmi di Gedung Putih pada 2026. Bahkan, aparat keamanan AS mengungkap adanya rencana serangan yang menargetkan sebuah acara besar di Gedung Putih beberapa waktu lalu.

Dengan meningkatnya eskalasi ini, dunia internasional kini menaruh perhatian besar terhadap potensi konflik terbuka antara dua negara tersebut. Stabilitas kawasan Timur Tengah, termasuk jalur perdagangan energi global, dikhawatirkan ikut terdampak jika situasi terus memburuk.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online