Mojtaba Khamenei Janji Balas Kematian Ali Khamenei

Newswire
Newswire Minggu, 12 Juli 2026 05:27 WIB
Mojtaba Khamenei Janji Balas Kematian Ali Khamenei

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, TEHERAN—Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa kematian ayah sekaligus pendahulunya, Ali Khamenei, akan dibalas. Pernyataan tersebut disampaikan melalui pesan yang dibacakan dalam upacara pemakaman Ali Khamenei pada Sabtu, di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.

Dalam pesannya, Mojtaba Khamenei menyebut pembalasan atas kematian Ali Khamenei sebagai tuntutan bangsa Iran dan memastikan langkah tersebut akan dilakukan.

Mojtaba Khamenei Janji Balas Kematian Ayahnya

Pesan Mojtaba Khamenei dibacakan dalam prosesi pemakaman yang dilaporkan penyiaran pemerintah Iran, IRIB.

"Kami berjanji untuk membalas darah Anda yang tak berdosa serta seluruh para syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tidak terhormat," kata Mojtaba Khamenei dalam pesannya.

Ali Khamenei dimakamkan pada Kamis di Makam Imam Reza, Kota Mashhad, Iran timur laut. Prosesi tersebut menandai berakhirnya rangkaian upacara pemakaman yang berlangsung selama sepekan.

Menurut informasi yang disampaikan, Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran melalui aksi militer balasan.

Ketegangan Iran dan AS Kembali Meningkat

Pernyataan Mojtaba Khamenei muncul ketika hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali memanas.

Menurut laporan The Wall Street Journal pada Kamis, Israel membagikan informasi intelijen kepada AS yang menuduh Iran sedang menyusun rencana baru untuk membunuh Presiden AS Donald Trump.

Menanggapi laporan tersebut, Donald Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Jumat mengancam akan meluncurkan ribuan rudal ke Iran apabila Teheran berupaya membunuh dirinya.

Kesepahaman Damai Belum Hentikan Konflik

Sebelumnya, pada Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada akhir Februari sekaligus membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.

Nota kesepahaman tersebut memuat sejumlah poin penting, antara lain penghentian segera pertempuran di seluruh front, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Namun, kesepahaman itu belum sepenuhnya meredakan konflik.

Serangan Berlanjut di Selat Hormuz

Pekan ini, Iran dan Amerika Serikat kembali saling melancarkan serangan yang berkaitan dengan lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Amerika Serikat menyerang sejumlah target di wilayah Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan berbagai aset Amerika Serikat di kawasan.

Situasi itu menunjukkan ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung meski sebelumnya kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan konflik bersenjata.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online