Advertisement
Seleksi Pimpinan OJK Dipercepat Imbas Gejolak Perang Timur Tengah
Ilustrasi logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan percepatan proses seleksi calon pimpinan Otoritas Jasa Keuangan dilakukan untuk memperkuat respons terhadap gejolak pasar global yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurut Purbaya, situasi geopolitik yang memanas, termasuk konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, berdampak pada pasar keuangan global dan harga minyak dunia.
Advertisement
"Dipercepat karena kan keadaan guncang. Jadi gejolak perang memengaruhi pasar, memengaruhi harga minyak. Memerlukan lebih cepat lagi orang yang definitif di OJK," kata Purbaya usai menghadiri upacara pelantikan di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Meski proses seleksi dipercepat, ia menegaskan mekanisme pemilihan pimpinan OJK tetap mengikuti aturan yang berlaku. Setelah melalui tahapan seleksi, nama-nama kandidat akan diajukan kepada Presiden sebelum diteruskan ke DPR untuk proses selanjutnya.
Menurutnya, penetapan pimpinan OJK bukan proses sederhana karena melibatkan sejumlah tahapan serta persetujuan dari berbagai lembaga negara.
Adapun uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test dijadwalkan berlangsung pada Rabu (11/3).
Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan kriteria kandidat Dewan Komisioner OJK yang akan dipilih melalui proses uji kelayakan tersebut.
Menurut Misbakhun, calon pimpinan OJK harus mampu menyeimbangkan sikap pro pasar dengan kehati-hatian sebagai regulator yang bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan.
"Karena yang kita pilih itu adalah regulator. Tentunya ada batasan di mana pasar itu bisa kita absorb. Karena kalau kita terlalu pro-market, risikonya siapa yang akan meng-absorb? Karena regulator juga harus memperhatikan faktor risiko," ujar Misbakhun dalam forum Road to Investor Relations Forum 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta.
Ia menilai figur yang dibutuhkan adalah sosok yang memahami batas antara mendorong dinamika pasar dan menjaga kepentingan negara.
"Di situ lah yang kita cari, orang pro pasar tapi dia juga tahu pada batas mana pasar itu diikuti, pada tingkatan tertentu kepentingan negara diikuti dimananya. Nah, itu yang paling utama. Kita cari orang yang memahami konsep regulator pada level komisioner. Itu yang kita cari," kata Misbakhun.
Sebanyak 10 kandidat calon anggota Dewan Komisioner OJK akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Komisi XI DPR RI pada Rabu (11/3).
Mereka adalah Friderica Widyasari Dewi, Agus Sugiarto, Hernawan Bekti Sasongko, Ary Zulfikar, Hasan Fawzi, Darmansyah, Dicky Kartikoyono, Danu Febrianto, Adi Budiarso, dan Anton Daryono.
Sepuluh kandidat tersebut akan memperebutkan lima posisi strategis di OJK, yakni Ketua Dewan Komisioner, Wakil Ketua Dewan Komisioner, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Kepala Eksekutif Pengawas Aset Digital, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Selasa 10 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal Imsakiyah DIY Selasa 10 Maret 2026: Imsak, Subuh, dan Magrib
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Persib Bandung Hajar Persik Kediri 3-0, Makin Kokoh di Puncak Klasemen
- DKP DIY Latih 90 Dapur SPPG Olah Ikan untuk Dukung MBG
- Kasus Campak Meningkat, Dosen UGM Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Anak
- Jelang Lebaran, Jalan Terdampak Proyek Tol JogjaSolo Ditambal
Advertisement
Advertisement








