KPK Usut Proyek SMS Banking, Kerugian Rp2 Triliun
KPK menyidik dugaan korupsi notifikasi SMS dan WhatsApp di BRI dan Telkom, kerugian negara hampir Rp2 triliun.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau miniatur Kapal Mogami milik Jepang, Senin (18/11/2025). /ANTARA/Ho-Tim Media Menhan Sjafrie.
Harianjogja.com, TOKYO— Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang memasuki babak baru. Pemerintah Jepang dan Indonesia resmi membuka pembicaraan awal terkait potensi ekspor kapal penghancur (destroyer) kelas Asagiri ke Tanah Air, sebuah langkah strategis yang dapat memperkuat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Tokyo, Jumat (5/6/2026). Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat untuk memulai pembahasan teknis melalui forum kerja tingkat lanjut yang telah dibentuk sebelumnya.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan baru Jepang yang mulai melonggarkan aturan ekspor peralatan militer sejak April lalu. Kebijakan tersebut membuka peluang bagi Jepang untuk menjalin kerja sama pertahanan lebih luas dengan negara mitra, termasuk Indonesia, Filipina, dan Selandia Baru.
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, Indonesia menyatakan minat untuk meningkatkan kolaborasi di bidang teknologi dan peralatan militer. Salah satu yang menjadi sorotan adalah potensi transfer kapal destroyer kelas Asagiri-class destroyer, yang saat ini dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.
Kapal kelas Asagiri dikenal sebagai destroyer serbaguna dengan bobot sekitar 3.500 ton dan panjang mencapai 137 meter. Meski sebagian unit kini difungsikan sebagai kapal latih, spesifikasi dan kemampuannya masih dinilai relevan untuk mendukung operasi maritim modern, termasuk patroli, pengawalan, hingga misi keamanan laut.
Menariknya, kapal jenis ini bukan asing bagi Indonesia. Salah satu unit Asagiri pernah berkunjung ke Indonesia pada awal 2023 dalam misi diplomasi pertahanan, sekaligus memperkenalkan kemampuan teknologi maritim Jepang.
Bagi Indonesia, peluang akuisisi kapal ini dinilai strategis di tengah upaya memperkuat armada laut dan menjaga keamanan wilayah perairan yang luas. Modernisasi alutsista, khususnya TNI AL, menjadi prioritas untuk menghadapi tantangan geopolitik dan dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Sementara itu, bagi Jepang, kerja sama ini tidak hanya soal ekspor, tetapi juga mempererat hubungan keamanan dengan negara-negara mitra. Jepang dalam beberapa tahun terakhir aktif memperluas peran strategisnya di kawasan, seiring meningkatnya tensi geopolitik global.
Meski masih dalam tahap penjajakan, potensi kerja sama ini dinilai memiliki dampak besar, baik dari sisi pertahanan maupun diplomasi kedua negara. Jika terealisasi, Indonesia berpeluang mendapatkan tambahan kekuatan laut dengan teknologi maju, sekaligus memperdalam kemitraan strategis dengan Jepang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyidik dugaan korupsi notifikasi SMS dan WhatsApp di BRI dan Telkom, kerugian negara hampir Rp2 triliun.
Presiden Prabowo disebut memantau kasus korupsi Imigrasi. KPK ungkap dugaan pemerasan hingga Rp145,5 miliar. Selain Imigrasi, kasus BGN juga disorot Prabowo.
Galaxy S26 Series hadir dengan fitur AI canggih seperti Now Brief, Call Screening, dan Document Scan untuk tingkatkan produktivitas harian.
KPK menyita mobil mewah, moge, dan valas dari rumah Silmy Karim dalam kasus dugaan pemerasan di Direktorat Jenderal Imigrasi.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
BPOM temukan 2 juta kosmetik ilegal senilai Rp27,6 miliar di Tangerang, mayoritas impor dari China tanpa izin edar.