Pascagempa NTT, 17 Ruas Jalan dan 14 Jembatan Kembali Fungsional
Menteri PU memastikan jalan dan jembatan nasional pascagempa NTT telah kembali fungsional. Infrastruktur bangunan dan air turut diverifikasi.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA — Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang tengah digencarkan pemerintah dinilai tidak bisa sekadar diukur dari jumlah unit yang berdiri. Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan koperasi harus dilihat dari dampak nyata terhadap perekonomian desa.
Menurut Yusuf, banyaknya koperasi yang mulai beroperasi pada tahap awal hanya menunjukkan keberadaan organisasi, bukan kualitas aktivitas ekonomi yang dijalankan. Ia mengingatkan, euforia pembentukan koperasi berpotensi menyesatkan jika tidak diiringi evaluasi mendalam.
“Jumlah koperasi bukan ukuran utama. Yang lebih penting adalah bagaimana aktivitas ekonomi di dalamnya berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, indikator yang lebih relevan adalah apakah koperasi mampu menciptakan nilai tambah baru di desa. Jika tidak, justru ada risiko koperasi hanya menggeser usaha mikro yang sudah lebih dulu ada tanpa benar-benar meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kalau koperasi berkembang dengan mengorbankan usaha lokal, itu bukan pertumbuhan, melainkan sekadar perpindahan aktivitas ekonomi,” tegasnya.
Selain dampak ekonomi, Yusuf menyoroti pentingnya tingkat partisipasi anggota. Koperasi yang sehat ditandai dengan keterlibatan aktif masyarakat, bukan hanya terdaftar sebagai anggota, tetapi benar-benar memanfaatkan layanan koperasi secara berkelanjutan.
Indikator lain yang tak kalah penting adalah kesehatan keuangan. Koperasi harus memiliki arus kas yang stabil dan mampu membiayai operasional secara mandiri tanpa ketergantungan terus-menerus pada subsidi pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tetap rendah sebagai cerminan keberlanjutan model bisnis koperasi.
Sementara itu, pemerintah terus mempercepat realisasi program ini. Prabowo Subianto sebelumnya telah meresmikan operasional 1.061 Kopdes Merah Putih di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah pada Mei 2026. Peresmian dilakukan secara simbolis di Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk.
Pemerintah bahkan menargetkan sebanyak 30.000 unit koperasi desa dapat beroperasi penuh pada Agustus 2026. Target ambisius ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.
Namun demikian, Yusuf mengingatkan agar ekspansi besar-besaran tersebut tetap dibarengi pengawasan ketat dan evaluasi berbasis kualitas. Tanpa itu, koperasi berpotensi hanya menjadi angka statistik tanpa dampak signifikan bagi pembangunan ekonomi desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menteri PU memastikan jalan dan jembatan nasional pascagempa NTT telah kembali fungsional. Infrastruktur bangunan dan air turut diverifikasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 5 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.
DPRD Sleman mendorong perbaikan data desil dibuka berkala agar perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat tercermin dalam data.
Banjir bandang Nepal-China menewaskan 1.280 orang dan membuat lebih dari 5.620 orang hilang. Operasi pencarian memasuki pekan kedua.