B50 Diklaim Perkuat Swasembada Energi dan Kurangi Impor Solar
Wamentan Sudaryono menyebut program biodiesel B50 mempercepat swasembada energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor solar.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA — Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang tengah digencarkan pemerintah dinilai tidak bisa sekadar diukur dari jumlah unit yang berdiri. Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan koperasi harus dilihat dari dampak nyata terhadap perekonomian desa.
Menurut Yusuf, banyaknya koperasi yang mulai beroperasi pada tahap awal hanya menunjukkan keberadaan organisasi, bukan kualitas aktivitas ekonomi yang dijalankan. Ia mengingatkan, euforia pembentukan koperasi berpotensi menyesatkan jika tidak diiringi evaluasi mendalam.
“Jumlah koperasi bukan ukuran utama. Yang lebih penting adalah bagaimana aktivitas ekonomi di dalamnya berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, indikator yang lebih relevan adalah apakah koperasi mampu menciptakan nilai tambah baru di desa. Jika tidak, justru ada risiko koperasi hanya menggeser usaha mikro yang sudah lebih dulu ada tanpa benar-benar meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kalau koperasi berkembang dengan mengorbankan usaha lokal, itu bukan pertumbuhan, melainkan sekadar perpindahan aktivitas ekonomi,” tegasnya.
Selain dampak ekonomi, Yusuf menyoroti pentingnya tingkat partisipasi anggota. Koperasi yang sehat ditandai dengan keterlibatan aktif masyarakat, bukan hanya terdaftar sebagai anggota, tetapi benar-benar memanfaatkan layanan koperasi secara berkelanjutan.
Indikator lain yang tak kalah penting adalah kesehatan keuangan. Koperasi harus memiliki arus kas yang stabil dan mampu membiayai operasional secara mandiri tanpa ketergantungan terus-menerus pada subsidi pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tetap rendah sebagai cerminan keberlanjutan model bisnis koperasi.
Sementara itu, pemerintah terus mempercepat realisasi program ini. Prabowo Subianto sebelumnya telah meresmikan operasional 1.061 Kopdes Merah Putih di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah pada Mei 2026. Peresmian dilakukan secara simbolis di Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk.
Pemerintah bahkan menargetkan sebanyak 30.000 unit koperasi desa dapat beroperasi penuh pada Agustus 2026. Target ambisius ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.
Namun demikian, Yusuf mengingatkan agar ekspansi besar-besaran tersebut tetap dibarengi pengawasan ketat dan evaluasi berbasis kualitas. Tanpa itu, koperasi berpotensi hanya menjadi angka statistik tanpa dampak signifikan bagi pembangunan ekonomi desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wamentan Sudaryono menyebut program biodiesel B50 mempercepat swasembada energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor solar.
DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi fenomena sekolah yang kekurangan murid. Lokasi sekolah hingga stigma sekolah favorit menjadi sorotan.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa menguap membantu mengatur cairan otak, menjaga suhu tubuh, hingga mendukung pembuangan limbah metabolisme.
Pemerintah masih mengkaji lokasi PFII. Bali menjadi salah satu opsi, termasuk kawasan KEK yang statusnya dapat diubah jika diperlukan.
Program kompor listrik gratis untuk rumah tangga masuk RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan pengurangan subsidi energi dan impor LPG.
Target PAD retribusi parkir Kulonprogo naik menjadi Rp1,187 miliar pada 2026. Dishub optimistis tercapai dengan sistem kontrak pengelolaan parkir.