Advertisement
Kuba di Ambang Krisis Energi, Warga Antre Berbulan-bulan Cari Bensin
Foto ilustrasi BBM. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Krisis bahan bakar di Kuba kian memburuk dan menciptakan tekanan sosial-ekonomi yang besar bagi warga, dengan antrean panjang dan daftar tunggu yang mencapai puluhan ribu nomor di aplikasi pengisian bahan bakar. Hal ini dipicu oleh kelangkaan pasokan energi akibat tekanan geopolitik dan hambatan impor minyak ke negara kepulauan itu.
AP melaporkan, situasi semakin kritis setelah pemerintah menyusun sistem reservasi digital bernama Ticket guna mengatur antrean pengisian bensin, tetapi daftar tunggu kini mencapai hingga 10.000 nomor karena pasokan yang sangat terbatas. Banyak pengemudi harus menunggu berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan kesempatan mengisi bensin melalui aplikasi tersebut.
Advertisement
Pasokan Energi Terbatas, Harga Naik Tajam
Pemerintah juga membatasi pembelian bahan bakar, dengan setiap kendaraan hanya diizinkan membeli maksimal 20 liter bensin per kunjungan. Harga resmi bensin kini ditetapkan dalam mata uang asing (US$), yang menjadi beban besar bagi masyarakat yang pendapatan rata-ratanya kurang dari US$20 per bulan. Harga di pasar gelap bahkan melonjak berkali-kali lipat, memicu frustrasi yang lebih dalam di kalangan rakyat.
BACA JUGA
Pakar melihat penyebab utama krisis ini adalah terputusnya pasokan minyak impor dari negara sahabat akibat tekanan AS dan hambatan geopolitik. Kuba sangat bergantung pada minyak dari luar negeri, terutama dari Venezuela dan Meksiko, namun aliran itu nyaris terhenti total dalam beberapa bulan terakhir.
Bloomberg melaporkan bahwa pasokan minyak impor ke Kuba turun ke nol, situasi yang belum pernah terjadi dalam satu dekade.
Dampak Sosial dan Ekonomi Meluas
- Krisis bahan bakar ini merembet ke berbagai aspek kehidupan warga Kuba:
- Listrik padam bergilir dan lama, mengganggu produktivitas serta layanan publik.
- Transportasi umum terganggu, hingga pembatalan layanan bus dan rel.
- Maskapai penerbangan internasional terpaksa menyesuaikan jadwal atau membatalkan layanan, karena kekurangan jet fuel.
- Layanan sanitasi terhenti akibat kurangnya bahan bakar untuk armada pengangkut sampah.
Beberapa negara, seperti Meksiko, telah mengirim bantuan kemanusiaan berupa pangan dan kebutuhan pokok sebagai tanggapan atas situasi yang memburuk.
Blokade Energi dan Tekanan Global
Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel menyebut tindakan yang memutus aliran energi sebagai blokade energi yang disengaja, menuding tekanan AS sebagai pemicu krisis. Sanksi dan ancaman tarif terhadap negara yang berupaya memasok minyak ke Kuba telah membuat mitra seperti Venezuela dan Meksiko berhenti mengirimkan bahan bakar.
PBB dan pakar hak asasi internasional mengecam langkah-langkah unilateral ini dan memperingatkan bahwa krisis energi dapat berkembang menjadi bencana kemanusiaan jika pasokan tidak segera dipulihkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- 14 Desa di Grobogan Terendam Banjir
- Jadwal Kembang Api Ramadhan 2026 Dubai Lengkap
- Indonesia Lolos! Ini 16 Negara di Piala Thomas-Uber 2026
- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Tanam Pohon dan Kuliah Umum di Jogja
- Kunjungan Wisata Bantul Naik Jelang Imlek, Pantai Jadi Magnet
- Kapolres Bima Nonaktif Terjerat Narkoba, Ini Fakta Polri
- Persija Tekuk Bali United 10, Ricky Nelson Soroti Jalur Juara
Advertisement
Advertisement








