Advertisement
Harga Emas Tembus US$5.000 per Ons, Picu Demam Tambang Ilegal di Afsel
Ilustrasi tambang emas - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan harga emas dunia hingga menembus US$5.000 per ons pada 2025 memicu fenomena “demam emas” di Springs, wilayah timur Johannesburg, Afrika Selatan. Ratusan warga berbondong-bondong menggali tanah setelah kabar dugaan temuan urat emas menyebar luas.
Laporan kantor berita Agence France-Presse (AFP) menyebutkan, lonjakan harga emas global mendorong migrasi warga lokal ke area yang diyakini menyimpan kandungan logam mulia tersebut. Banyak di antara mereka datang membawa peralatan sederhana seperti cangkul, kapak, dan karung.
Advertisement
Fenomena ini bermula ketika seorang warga menemukan tanah berwarna tak biasa saat menggali lubang untuk tiang pagar. Setelah dilakukan pengujian sederhana, tanah tersebut diduga mengandung emas. Informasi itu cepat menyebar melalui media sosial dan dalam hitungan hari lokasi tersebut dipadati pencari emas dadakan.
Bagi sebagian warga yang menganggur, aktivitas menggali tanah menjadi harapan baru di tengah tekanan ekonomi. Salah seorang pencari emas, Siyabonga Sidontsa (47), mengaku mampu mengolah hingga 10 karung tanah per hari. Dalam lima hari kerja, ia bisa memperoleh sekitar 450 rand atau setara Rp474 ribu—angka yang disebutnya lebih tinggi dari pendapatan sebelumnya.
BACA JUGA
Kondisi di lapangan digambarkan riuh dan padat. Aparat keamanan setempat menyebut pergerakan warga menyebar cepat, memicu kekhawatiran soal keselamatan kerja serta dampak lingkungan akibat aktivitas penggalian liar tanpa izin.
Afrika Selatan sendiri memiliki sejarah panjang sebagai negara penghasil mineral. Namun, euforia temuan tambang kerap berujung kekecewaan. Pada 2021, warga di wilayah KwaZulu-Natal sempat dihebohkan temuan batu yang diduga berlian, tetapi kemudian diketahui hanyalah batu kuarsa biasa.
Kini pemerintah dihadapkan pada dilema antara menertibkan aktivitas tambang ilegal atau mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi warga yang menggantungkan hidup pada pencarian emas tersebut. Hingga saat ini, aktivitas penggalian di Springs masih berlangsung meski tanpa izin resmi dan berisiko tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
Advertisement
Advertisement







