Advertisement

Putin Kecam Serangan Masjid Islamabad sebagai Tindakan Biadab

Newswire
Sabtu, 07 Februari 2026 - 12:47 WIB
Sunartono
Putin Kecam Serangan Masjid Islamabad sebagai Tindakan Biadab Presiden Rusia Vladimir Putin. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam keras serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di Islamabad, Pakistan, menyebutnya sebagai tindakan biadab dan tak berperikemanusiaan. Putin menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, sekaligus menegaskan solidaritas Rusia kepada rakyat Pakistan.

Dalam pesan resmi yang dirilis Kremlin, Putin menegaskan, “Pembunuhan terhadap orang-orang saat menjalankan ibadah keagamaan merupakan bukti lebih lanjut dari sifat terorisme yang biadab dan tidak berperikemanusiaan.” Pemimpin Rusia itu juga menegaskan kesiapan Moskow untuk memperluas kerja sama dengan Pakistan dalam upaya penanggulangan terorisme, menandai niat mempererat koordinasi keamanan kedua negara.

Advertisement

Putin turut meminta agar simpati dan dukungan tulusnya disampaikan kepada keluarga serta kerabat para korban, sekaligus mendoakan kesembuhan cepat bagi seluruh korban luka-luka akibat serangan.

Otoritas Pakistan melaporkan sedikitnya 31 orang tewas dan 169 lainnya luka-luka dalam serangan bom bunuh diri di Imambargah Khadijah-tul-Kubra, sebuah tempat ibadah Muslim Syiah di kawasan Shehzad Town, Islamabad. Ledakan terjadi setelah pelaku dihadang aparat keamanan.

Selain Rusia, Kementerian Luar Negeri India juga mengecam serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa. Namun, New Delhi menolak klaim Islamabad yang menuding India terlibat dalam serangan ini, menyebut tudingan tersebut “tidak berdasar” dan “tidak bermakna”.

Sebelumnya, Juru Bicara Perdana Menteri Sharif, Mosharraf Zaidi, menuduh serangan itu didalangi oleh India, namun ia menegaskan tindakan ini tidak akan memengaruhi pemulihan ekonomi maupun posisi diplomatik Pakistan. Menanggapi tudingan tersebut, India menyatakan bahwa Pakistan tidak seharusnya menyalahkan pihak lain dan menuduh klaim itu sebagai upaya menipu diri sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Rincian Peserta PBI BPJS Kesehatan Nonaktif di DIY dan Cara Reaktivasi

Rincian Peserta PBI BPJS Kesehatan Nonaktif di DIY dan Cara Reaktivasi

Jogja
| Sabtu, 07 Februari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement