Advertisement

Integrasi Antarmoda KAI Digenjot untuk Mudik Lebaran 2026

Newswire
Sabtu, 07 Februari 2026 - 12:07 WIB
Sunartono
Integrasi Antarmoda KAI Digenjot untuk Mudik Lebaran 2026 Aktivitas kereta api angkutan barang. dok - KAI Daop 6)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Kereta Api Indonesia (Persero) mematangkan strategi Angkutan Lebaran 2026 dengan memperkuat integrasi antarmoda guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama mudik Idulfitri 2026. Langkah ini diarahkan untuk memastikan perjalanan pemudik berlangsung lebih efisien, nyaman, serta terdistribusi merata di berbagai wilayah.

Penguatan konektivitas tersebut menempatkan kereta api sebagai tulang punggung transportasi massal nasional yang terhubung langsung dengan beragam moda lanjutan, mulai dari kereta perkotaan, layanan bus, hingga angkutan kawasan perkotaan. Skema perjalanan end-to-end pun dioptimalkan agar pelanggan dapat menjangkau tujuan akhir tanpa hambatan berarti.

Advertisement

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa integrasi antarmoda menjadi elemen krusial dalam pengelolaan arus perjalanan nasional, terutama pada periode libur Lebaran yang ditandai dengan peningkatan signifikan pergerakan masyarakat lintas wilayah.

"Penguatan integrasi antarmoda menjadi bagian penting dalam pengelolaan arus perjalanan nasional pada masa libur Lebaran yang ditandai dengan meningkatnya pergerakan masyarakat lintas wilayah," kata Anne dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Di wilayah Jabodetabek, KAI menyediakan akses perjalanan yang lebih fleksibel melalui stasiun-stasiun yang terhubung langsung dengan layanan KRL Commuter Line. Pola ini memungkinkan pemudik tidak selalu harus berangkat dari stasiun utama di pusat kota.

Stasiun Bekasi, Stasiun Cikarang, dan Stasiun Jatinegara, kata Anne, menjadi titik keberangkatan alternatif bagi perjalanan kereta api jarak jauh dengan terlebih dahulu memanfaatkan layanan KRL dari wilayah penyangga.

"Skema ini membantu mengurangi kepadatan di stasiun pusat sekaligus memperluas pilihan titik keberangkatan," ujarnya.

Di sisi lain, Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen tetap berfungsi sebagai simpul utama perjalanan kereta api jarak jauh yang terintegrasi dengan layanan TransJakarta, angkutan lanjutan, serta akses taksi dan kendaraan sewa.

"Integrasi ini memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan menuju berbagai kawasan di Jakarta dan sekitarnya tanpa hambatan berarti," tuturnya.

Penguatan integrasi antarmoda juga berlangsung di kawasan pusat kota melalui keterhubungan Stasiun Manggarai, Stasiun BNI City, dan kawasan Dukuh Atas yang dikembangkan sebagai hub multimoda.

Kawasan tersebut mengoneksikan layanan KRL, kereta bandara, LRT Jabodebek, TransJakarta, serta moda lanjutan lainnya sehingga pergerakan penumpang antarlayanan dapat berlangsung lebih efisien dan terstruktur.

Tidak hanya di Jabodetabek, integrasi serupa diperluas ke berbagai wilayah di Pulau Jawa. Di Bandung, stasiun-stasiun utama terhubung dengan angkutan perkotaan serta transportasi jalan menuju wilayah Bandung Raya.

Sementara di Yogyakarta, konektivitas kereta api jarak jauh dan lokal terintegrasi dengan layanan KRL Yogyakarta–Solo serta angkutan perkotaan, sedangkan di Surabaya integrasi antarmoda mendukung mobilitas penumpang dari dan menuju kawasan Gerbangkertosusila.

"Melalui penguatan integrasi di berbagai simpul tersebut, KAI mendorong perjalanan end-to-end yang lebih efisien sekaligus mendukung pemerataan arus penumpang selama periode libur Lebaran," katanya.

Sejalan dengan strategi tersebut, KAI juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan tanggal-tanggal awal masa Angkutan Lebaran guna menghindari penumpukan penumpang mendekati hari puncak.

"Langkah ini diharapkan dapat membantu pemerataan arus penumpang sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pelanggan," beber Anne.

Berdasarkan data hingga 6 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, total pemesanan tiket kereta api reguler untuk periode 11–23 Maret 2026 telah mencapai 568.307 tiket. Konsentrasi pemesanan masih didominasi tanggal-tanggal menjelang Hari Raya, sementara pada awal periode ketersediaan tiket masih relatif longgar.

Data tersebut menunjukkan penjualan tiket pada 11 Maret 2026 baru mencapai 13.049 tiket, kemudian 12 Maret 2026 sebanyak 29.576 tiket, serta 16 Maret 2026 tercatat 34.766 tiket.

Jumlah itu masih berada di bawah tingkat pemesanan pada 18 Maret 2026 yang mencapai 59.773 tiket dan 19 Maret 2026 sebanyak 62.095 tiket, mencerminkan potensi pemerataan arus penumpang apabila masyarakat memanfaatkan jadwal keberangkatan lebih awal, seiring integrasi stasiun dengan moda lanjutan yang memberikan fleksibilitas lebih besar dalam perencanaan perjalanan Lebaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Gerakan ASRI dan Jogja Berhati Nyaman Bakal Digelar Rutin Tiap Jumat

Gerakan ASRI dan Jogja Berhati Nyaman Bakal Digelar Rutin Tiap Jumat

Jogja
| Sabtu, 07 Februari 2026, 13:27 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement