Advertisement
Jembatan Kereta Api Ambruk di Jiangsu China, Lima Pekerja Tewas
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden konstruksi maut terjadi di Provinsi Jiangsu, China Timur, setelah jembatan kereta api yang masih dibangun runtuh pada Senin (2/2/2026) sore dan menewaskan lima pekerja di lokasi proyek.
Pihak berwenang setempat memastikan operasi penyelamatan telah resmi berakhir seusai seluruh korban berhasil ditemukan di bawah reruntuhan material beton dan baja. Sebagian struktur jembatan sepanjang sekitar 95 meter dilaporkan runtuh secara tiba-tiba saat para pekerja masih berada di area konstruksi.
Advertisement
Dikutip dari Independent, tim penyelamat menemukan tiga jenazah pekerja yang sebelumnya dinyatakan hilang pada Selasa (3/3/2026). Dengan penemuan tersebut, jumlah korban jiwa akibat runtuhnya jembatan kereta api di Jiangsu ini dipastikan mencapai lima orang.
Dua korban lainnya lebih dahulu berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan, namun meninggal dunia akibat luka berat yang diderita. Proses evakuasi dilaporkan berlangsung sulit karena besarnya material beton dan besi yang menimpa para pekerja di lokasi kejadian.
BACA JUGA
Jembatan yang ambruk diketahui merupakan bagian dari proyek Jembatan Yuegang, yang masuk dalam pembangunan jalur kereta api Lianyungang–Shanghai. Proyek infrastruktur strategis tersebut dikerjakan oleh China Railway 12th Bureau Group Co, Ltd, anak perusahaan dari China Railway Construction Corporation Limited (CRCC) milik negara.
Pemerintah daerah Yancheng segera mengoordinasikan respons darurat dan operasi penyelamatan untuk mencegah dampak yang lebih luas. Melalui siaran pers yang dikutip dari Xinhua, otoritas setempat menyatakan bahwa seluruh tahapan pencarian korban telah diselesaikan.
Rekaman yang disiarkan China Central Television (CCTV) memperlihatkan struktur jembatan yang belum rampung dalam kondisi bengkok dan roboh di atas tanah. Tim penyelamat bersama alat berat tampak membersihkan puing-puing, sementara kondisi kerusakan parah mengindikasikan kegagalan penyangga sementara dalam menahan beban konstruksi.
Jalur kereta api Lianyungang–Shanghai sendiri merupakan bagian dari ekspansi besar-besaran jaringan kereta cepat China yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Proyek ini dirancang untuk memperkuat konektivitas transportasi antara wilayah utara Jiangsu dan pusat ekonomi China Timur.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan resmi guna mengungkap penyebab runtuhnya jembatan kereta api tersebut. Belum ada hasil awal yang diumumkan kepada publik. Insiden ini kembali memicu sorotan terhadap standar keselamatan kerja proyek infrastruktur berskala besar di China, terutama setelah sejumlah kecelakaan fatal serupa terjadi di wilayah Guangdong dan Kunming dalam beberapa bulan terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Nyadran Makam Sewu Wijirejo Bantul Digelar 9 Februari 2026
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- HUT ke 3, RSUD Saras Adyatma Bantul Perkuat Layanan Wilayah Selatan
- Operasi Keselamatan Progo 2026 di Bantul, 40 Pelanggar Ditindak
- Defisit Etos Republikan Indonesia Jadi Sorotan dalam Diskusi di UGM
- Kisah Hari Terakhir Eyang Meri Sebelum Wafat di Usia 100 Tahun
- Arsenal Vs Chelsea, Modal Menang Arteta Bidik Final Piala Liga Inggris
- Diduga Terkait Tindak Pidana Pasar Modal, Shinhan Sekuritas Digeledah
- Viral Dugaan BAP Direkayasa, Polisi Klaim Hanya Salah Paham
Advertisement
Advertisement



