Advertisement

Iran Pamer Basis Rudal Bawah Laut di Selat Hormuz

Jumali
Minggu, 01 Februari 2026 - 08:57 WIB
Jumali
Iran Pamer Basis Rudal Bawah Laut di Selat Hormuz Selat Hormuz Iran. / ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Iran memamerkan kekuatan militernya dengan membuka keberadaan jaringan terowongan rudal bawah laut di Selat Hormuz, kawasan strategis yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia. Fasilitas rahasia milik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tersebut diklaim mampu mengancam langsung kapal perang Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di Teluk Persia dan Laut Oman.

Pengungkapan aset militer strategis ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan, sekaligus menjadi sinyal keras Teheran terhadap kehadiran militer AS di perairan yang dianggap vital bagi kepentingan nasional Iran.

Advertisement

Menurut otoritas militer Iran, jaringan terowongan tersebut menyimpan ratusan rudal jelajah dengan jangkauan lebih dari 1.000 kilometer. Salah satu senjata yang dipamerkan adalah rudal Qader 380 L, yang disebut telah dibekali sistem pemandu cerdas dengan tingkat akurasi tinggi untuk mengunci target laut bergerak, termasuk kapal induk.

Iran menegaskan, pameran kekuatan ini merupakan bagian dari strategi penangkalan (deterrence) guna mencegah agresi militer. Fars News menyatakan bahwa Teheran menyatakan siap merespons setiap provokasi di wilayah perairan internasional dengan kekuatan penuh dan terukur.

Selain memamerkan persenjataan, Iran juga mengklaim memiliki kendali intelijen real-time di seluruh domain Selat Hormuz, mencakup pengawasan udara, permukaan laut, hingga bawah laut. Pemerintah Iran bahkan mengancam akan mengganggu lalu lintas kapal di selat tersebut jika kedaulatannya dilanggar. Selat Hormuz sendiri menjadi jalur pengiriman sekitar 21 juta barel minyak per hari atau setara 37 persen perdagangan minyak global.

Dalam pernyataan lanjutannya, Iran memperingatkan negara-negara kawasan agar tidak memberikan wilayahnya sebagai pangkalan serangan terhadap Teheran. Iran menegaskan, setiap negara yang memfasilitasi serangan akan langsung dikategorikan sebagai pihak musuh.

Situasi memanas seusai militer AS mengonfirmasi kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Teluk. Menanggapi hal tersebut, media nasional Iran bahkan menayangkan simulasi penargetan kapal induk AS sebagai bentuk pesan terbuka. Meski demikian, Teheran menyatakan tidak menginginkan perang terbuka, namun berjanji memberikan respons yang jauh lebih keras dibandingkan sebelumnya jika konflik bersenjata tidak terhindarkan.

Di tengah unjuk kekuatan tersebut, The New Arab menyatakan Iran tetap membuka jalur diplomasi dengan negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Qatar untuk mencegah eskalasi regional. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump disebut masih membuka opsi negosiasi, meski menuding Iran menghamburkan sumber daya nasional untuk kepentingan militer.

Langkah Iran memamerkan kekuatan militer ini muncul seusai pemerintah menghadapi tekanan domestik terkait isu hak asasi manusia. Aksi tersebut dinilai sebagai upaya konsolidasi kekuatan nasional sekaligus penegasan posisi Iran sebagai aktor utama keamanan di Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Ganti Rugi Tanah JJLS Garongan-Congot Ditargetkan Tuntas 2027-2028

Ganti Rugi Tanah JJLS Garongan-Congot Ditargetkan Tuntas 2027-2028

Jogja
| Minggu, 01 Februari 2026, 11:17 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement