Advertisement
Diskusi Terbatas, Ahmad Bahar Ungkap Gagasan di Buku Terbarunya
Penulis buku, Ahmad Bahar. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang agenda peluncuran buku terbarunya, penulis Ahmad Bahar membuka ruang dialog awal melalui diskusi terbatas yang digelar di Jogja, Jumat (30/1/2026). Forum ini menjadi pintu masuk untuk membedah gagasan utama dalam buku yang mengulas dinamika serta tantangan institusi kepolisian di tengah perubahan sosial dan tuntutan publik yang kian kompleks.
Dalam diskusi tersebut, Ahmad Bahar memaparkan bahwa buku yang disusunnya lahir dari kajian pustaka yang dipadukan dengan perenungan pribadi terhadap perjalanan dan perkembangan organisasi kepolisian. Naskah setebal sekitar 200 halaman itu sengaja dirancang menggunakan pendekatan populer agar lebih mudah dipahami oleh pembaca lintas latar belakang.
Advertisement
“Saya tidak menulis dengan gaya akademik yang kaku tetapi lebih enak dibaca. Jadi saya kemas dengan ringan, agar pembaca mudah memahami isinya,” ujar Ahmad Bahar.
Ia mengungkapkan, dorongan utama penulisan buku tersebut berangkat dari kepedulian terhadap upaya penguatan institusi kepolisian ke depan. Melalui catatan dan analisis yang disajikan, ia berharap Polri dapat terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan, baik pada aspek kelembagaan maupun peningkatan kualitas pelayanan publik.
BACA JUGA
“Harapannya, masyarakat bisa merasakan pelayanan yang semakin baik, perlindungan yang nyata, serta fungsi pengayoman yang benar-benar hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Ahmad Bahar juga menegaskan bahwa seluruh pandangan yang dituangkan dalam buku tersebut merupakan perspektif pribadi penulis. Ia menekankan bahwa setiap kritik yang disampaikan tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai bentuk kepedulian demi mendorong perbaikan institusi kepolisian ke arah yang lebih baik.
“Kritik ini lahir dari kepedulian. Tujuannya agar kepolisian semakin profesional dan mendapat kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Melalui diskusi ini, Ahmad Bahar berharap bukunya dapat menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat maupun para pemangku kepentingan untuk melihat kondisi kepolisian secara lebih jernih dan konstruktif, sekaligus membuka ruang dialog yang sehat.
Ia menyampaikan bahwa peluncuran sekaligus bedah buku direncanakan berlangsung di Jakarta pada 5 Februari 2026 di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, dengan menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya mantan Wakapolri Komjen Purnawirawan Oegroseno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ganti Rugi Tanah JJLS Garongan-Congot Ditargetkan Tuntas 2027-2028
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Kepemimpinan OJK-BEI Berubah, Pasar Butuh Kepastian
- Banjir Pantura Subang Sepekan Tak Surut, Warga di Kolong Jembatan
- Investasi di Piyungan Bantul Tak Seimbang, Ini Penjelasannya
- LP Maarif NU Gelar Porsemanu 2026 Sleman Libatkan 2.300 Siswa
- Longsor Bandung Barat, 64 Kantong Jenazah Dievakuasi
- Park Shin-hye Tumbang saat Syuting The Manager
- Play-off Liga Champions Dimulai Februari, Ini Daftar Duelnya
Advertisement
Advertisement



