Advertisement
Longsor dan Pergerakan Tanah Terjang Tiga Kecamatan di Bogor
Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau dampak pergeseran tanah di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026). ANTARA - M Fikri Setiawan
Advertisement
Harianjogja.com, BOGOR — Bencana geologi berupa pergerakan tanah dan longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sedikitnya 77 kepala keluarga (KK) terdampak dalam kejadian yang terjadi di tiga kecamatan, yakni Sukamakmur, Tenjo, dan Megamendung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menjelaskan setiap wilayah mengalami karakteristik bencana yang berbeda. Di Kecamatan Sukamakmur dan Tenjo terjadi pergerakan tanah, sementara di Megamendung terjadi longsor yang merusak satu unit rumah warga.
Advertisement
“Di Sukamakmur ada pergerakan tanah, di Tenjo juga terjadi di dua desa, sedangkan di Megamendung berupa longsoran yang berdampak pada satu rumah,” ujar Ade saat mendampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau lokasi terdampak di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Jumat (30/1/2026).
Ade merinci, pergerakan tanah di Desa Pabuaran berdampak paling besar dengan jumlah terdampak mencapai sekitar 60 KK. Sebanyak 38 rumah mengalami kerusakan berat, sementara rumah lainnya berada di zona tanah bergerak yang dinilai tidak lagi aman untuk ditempati.
BACA JUGA
BPBD Kabupaten Bogor bersama tim ahli geologi telah melakukan kajian lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa wilayah tersebut memang memiliki struktur tanah yang labil dan berpotensi tinggi mengalami pergeseran.
“Kejadian ini bukan pertama kali. Pada 2024 sudah pernah terjadi, lalu berulang lagi pada 2025 di lokasi yang sama,” jelas Ade.
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan langkah prioritas pemerintah daerah adalah memastikan keselamatan warga dengan segera mengosongkan area rawan bencana.
“Yang terpenting adalah keselamatan masyarakat. Hari ini kami pastikan tidak ada warga yang bermalam di tenda pengungsian,” ujar Rudy.
Sebagai langkah penanganan darurat, Pemkab Bogor menyiapkan bantuan sewa rumah sementara sebesar Rp750 ribu per bulan untuk setiap KK selama enam bulan. Dana tersebut dibayarkan sekaligus melalui pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Enam bulan pertama biaya sewa rumah langsung kami bayarkan agar warga bisa segera menempati hunian yang aman dan layak,” katanya.
Selain bantuan tempat tinggal sementara, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako bagi warga terdampak. Pemkab Bogor turut menggandeng Bank BJB untuk mempercepat proses administrasi pencairan bantuan, termasuk membuka layanan hingga akhir pekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Longsor dan Pergerakan Tanah Terjang Tiga Kecamatan di Bogor
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
Advertisement
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- PPATK Terima 43,7 Juta Laporan 2025, Transaksi Judi Masih Dominan
- Rapat Pleno PBNU Pulihkan Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum
- KPK Kantongi Hasil Audit Kerugian Negara Proyek Gedung Pemkab Lamongan
- KRL Jogja-Solo Normal, Ini Jadwal Lengkap Perjalanan Jumat 30 Januari
- Industri Minuman Alkohol Sumbang Triliunan Rupiah ke Ekonomi Nasional
- KJRI Johor Bahru Ungkap Kronologi Penyelundupan 7,5 Ton Pasir Timah
- Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 30 Januari, Permudah Mobilitas Warga
Advertisement
Advertisement




