Advertisement

Program Makan Bergizi Gratis Diperluas, Penerima Tembus 60 Juta Orang

Rika Anggraeni
Kamis, 29 Januari 2026 - 21:07 WIB
Sunartono
Program Makan Bergizi Gratis Diperluas, Penerima Tembus 60 Juta Orang Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis berupa sayur, ayam goreng lengkap dengan buah dan susu, dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menunjukkan akselerasi nasional setelah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat hingga akhir Januari 2026. Perluasan ini menempatkan MBG sebagai salah satu intervensi pangan terbesar pemerintah yang berdampak langsung pada gizi masyarakat sekaligus pergerakan ekonomi nasional.

Lonjakan jumlah penerima manfaat tersebut tidak terlepas dari bertambahnya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini mencapai 22.091 unit dan tersebar di berbagai wilayah. Infrastruktur layanan ini menjadi tulang punggung distribusi MBG agar menjangkau kelompok sasaran secara merata.

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan bahwa peningkatan jumlah SPPG berbanding lurus dengan cakupan penerima manfaat program MBG. Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

“SPPG sudah 22.091 [unit]. Penerima manfaat sudah lebih dari 60 juta, lebih sedikit. 60 juta jadi sudah tembus angka 60 juta,” kata Zulhas.

Selain memperbaiki akses gizi, program MBG juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Zulhas menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG turut menggerakkan tenaga kerja pemerintah maupun masyarakat secara luas.

Ia merinci, sebanyak 32.000 tenaga kerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) telah diproses. Di sisi lain, operasional SPPG melibatkan 924.424 tenaga kerja secara langsung. Tidak hanya itu, terdapat 68.551 pemasok atau supplier yang sebagian besar berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Saudara tahu dong 1 supplier itu kan UMKM, berapa itu yang kerja di situ? Paling nggak 20–30 orang lagi kan. Mitra ada 21.413 yang masuk langsung,” ujarnya.

Zulhas menilai program MBG memiliki efek berganda yang kuat terhadap perekonomian. Menurutnya, perputaran anggaran MBG tidak hanya berdampak pada konsumsi, tetapi juga mendorong produktivitas dan lapangan kerja.

“Kalau PBB itu mengatakan US$1 bisa jadi US$23, bahkan lebih dampaknya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa per 19 Januari 2026, program MBG telah menjangkau 58,3 juta penerima manfaat dengan dana operasional harian mencapai Rp855 miliar. Pada periode yang sama, jumlah SPPG tercatat sebanyak 21.102 unit.

Dalam rapat dengar pendapat Komisi IX DPR di Jakarta, Selasa (20/1/2026), Dadan menyebut realisasi anggaran program MBG telah mendekati Rp18 triliun.

“Realisasi anggaran sampai hari ini [20 Januari 2026], itu sudah mendekati Rp18 triliun. Jadi Rp17,398 triliun itu per 16 Januari [2026]. Per pagi ini sudah mendekati Rp18 triliun,” ujar Dadan.

Dadan menambahkan, BGN menjadi salah satu lembaga yang mampu merealisasikan anggaran dalam skala besar karena skema penyaluran dana dilakukan secara langsung dan terukur.

“Ini uang turun langsung dari kantor kas negara ke SPPG-SPPG dan digunakan 70% untuk membeli bahan baku, 20% untuk membiayai operasional termasuk gaji relawan, dan 10% untuk insentif bagi seluruh mitra yang bergabung dalam program makan bergizi,” jelasnya.

Sepanjang 2026, BGN menargetkan pembentukan 28.000 SPPG di wilayah aglomerasi serta 8.617 SPPG di daerah terpencil. Dengan perluasan tersebut, jumlah penerima manfaat MBG diproyeksikan mencapai 82,9 juta orang, seiring target penyediaan sekitar 21 miliar porsi makan pada pertengahan tahun ini yang terus dikejar melalui penguatan distribusi dan kemitraan lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Bantul Siapkan BTT untuk Bencana

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Bantul Siapkan BTT untuk Bencana

Bantul
| Kamis, 29 Januari 2026, 23:27 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement