Advertisement
Iran Tegaskan Kendali Selat Hormuz di Tengah Ancaman Serangan AS
Selat Hormuz Iran. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN—Pemerintah Iran menegaskan masih memegang kendali penuh atas wilayah darat, laut, dan udara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta kekhawatiran terhadap potensi serangan Amerika Serikat terhadap Teheran. Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya tekanan politik dan militer dari Washington.
Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Akbarzadeh, menyatakan bahwa Iran tidak menginginkan perang, namun berada dalam posisi siap sepenuhnya apabila konflik bersenjata tidak dapat dihindari. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Kantor Berita Fars.
Advertisement
“Iran tidak ingin berperang, tetapi sepenuhnya siap,” kata Akbarzadeh.
Ia menegaskan, apabila perang benar-benar pecah, Iran tidak akan mundur sedikit pun dan akan terus melangkah maju tanpa kompromi.
BACA JUGA
“Jika perang pecah, tidak akan ada jalan mundur, bahkan satu milimeter pun, dan Iran akan terus maju,” tegasnya.
Akbarzadeh menjelaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz, jalur strategis dunia, kini telah melampaui pendekatan konvensional dan sepenuhnya berbasis sistem cerdas. Sistem ini memungkinkan Iran melakukan pemantauan menyeluruh terhadap seluruh pergerakan kapal, baik di permukaan laut maupun di bawah laut.
“Pengelolaan jalur ini telah melampaui metode tradisional dan sekarang sepenuhnya berbasis sistem cerdas,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Iran memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kapal-kapal berbendera asing yang diizinkan melintas di Selat Hormuz, sesuai dengan kepentingan nasional dan keamanan regional.
“Iran yang memutuskan apakah kapal yang mengibarkan bendera berbeda diizinkan untuk melewati selat tersebut,” katanya.
Meski demikian, Akbarzadeh menyatakan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk mengganggu stabilitas ekonomi global. Namun, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya tidak akan dibiarkan mengambil keuntungan dari konflik yang mereka picu.
“Iran tidak ingin ekonomi global menderita, tetapi AS dan sekutunya tidak akan diizinkan untuk mengambil keuntungan dari perang yang mereka mulai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Akbarzadeh memperingatkan bahwa jika wilayah darat, udara, atau perairan negara-negara tetangga digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran, maka negara-negara tersebut akan diperlakukan sebagai pihak musuh.
“Pesan ini telah disampaikan kepada pihak-pihak regional,” katanya.
Ia juga mengisyaratkan bahwa Teheran masih memiliki sejumlah kemampuan strategis tambahan yang belum diumumkan ke publik dan akan diungkap pada waktu yang dianggap tepat.
Selat Hormuz, yang terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman, merupakan jalur vital perdagangan energi global. Jalur sempit ini menjadi lintasan sekitar sepertiga pengiriman minyak mentah dunia melalui laut serta hampir seperlima dari total konsumsi minyak global.
Setiap hari, sekitar 20 juta barel minyak dan produk minyak bumi melintasi Selat Hormuz, dengan sebagian besar pengiriman ditujukan ke pasar Asia, terutama China.
Ketegangan antara Teheran dan Washington kembali meningkat seiring gelombang protes anti-pemerintah di Iran. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa seluruh opsi, termasuk langkah militer, tetap terbuka dalam menghadapi Iran.
Sejumlah pejabat Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan militer AS akan dibalas dengan respons yang cepat, tegas, dan berskala luas, yang berpotensi berdampak pada stabilitas kawasan dan perdagangan energi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KemenPPPA Soroti Trauma Korban Penjambretan di Sleman
- Ketua KPK Ungkap Pola Baru OTT, Aliran Dana Kini Disamarkan
- Kalah di Pemilu Paruh Waktu 2026 Bisa Bikin Donald Trump Dimakzulkan
- Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
- Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari
Advertisement
Ribuan Anak di Bantul Belum Kantongi KIA, Disdukcapil Percepat Layanan
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo 28 Januari 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- Menkeu Tunda Pajak Marketplace, Tunggu Ekonomi Tumbuh 6 Persen
- Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Januari 2026, Mulai Pukul 05.00 WIB
- CIA Disebut Bangun Kehadiran Permanen AS di Venezuela
- Harga Cabai Rawit Merah Beringharjo Tembus Rp55.000, Pasar Lain Stabil
- Registrasi Nomor Seluler Baru Wajib Biometrik Mulai 2026
- Pemkot Jogja Genjot Emberisasi Sampah Organik hingga 27,5 Ton per Hari
Advertisement
Advertisement



