Advertisement
OKI Kecam Penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh Pejabat Israel
Masjid Al/Aqsa di Yerusalem. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JEDDAH—Ketegangan di Yerusalem kembali memanas setelah seorang pejabat Israel menyerbu Masjid Al Aqsa. Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras tindakan tersebut dan menilai langkah itu sebagai ancaman serius terhadap status quo historis serta hukum salah satu situs tersuci umat Islam.
Penyerbuan Masjid Al Aqsa dilakukan oleh kepala keamanan sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, yang dilakukan di bawah pengawalan pasukan pendudukan Zionis Israel.
Dalam pernyataannya, OKI menilai tindakan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian pelanggaran yang terus berlangsung serta bagian dari rencana ilegal untuk mengubah status quo historis dan hukum Masjid Al Aqsa.
OKI kembali menegaskan bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, tidak memiliki kedaulatan atas Kota Yerusalem yang diduduki maupun atas seluruh situs suci Islam dan Kristen di wilayah tersebut.
Organisasi itu juga menekankan bahwa Masjid Al Aqsa, dengan luas keseluruhan sekitar 144 dunum atau setara 144.000 meter persegi, merupakan tempat ibadah yang sepenuhnya diperuntukkan bagi umat Islam.
Lebih lanjut, OKI mendesak komunitas internasional menjalankan tanggung jawabnya secara nyata dengan memaksa Israel menghentikan seluruh kejahatan dan pelanggaran yang terus dilakukan di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem.
Sikap tegas OKI ini menegaskan bahwa Masjid Al Aqsa bukan hanya simbol keimanan umat Islam, tetapi juga bagian penting dari stabilitas kawasan. Upaya mengubah status quo di Yerusalem berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas dan mengancam perdamaian global.
Advertisement
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
Advertisement
Waspada Leptospirosis di Kota Jogja, Enam Kasus Ditemukan Awal 2026
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Sebut Anggaran MBG Fantastis, Mahasiswa Bantul Tuntut Evaluasi Total
- Volume Sampah Ramadan di Jogja Naik, DLH Pastikan Depo Tetap Kosong
- Imunisasi Anak Mudik Lebaran Disarankan 14 Hari Sebelumnya
- Dampak Konflik Timur Tengah, 15 Penerbangan di Bandara Soetta Batal
- Bawaslu Sleman Gencarkan Edukasi Pemilu Sambil Ngabuburit
- Wisata Bantul Sepi Saat Ramadan, Pelaku Usaha Fokus Benahi Fasilitas
- Penerbangan Normal, Amphuri Sebut Umrah DIY Tetap Berjalan
Advertisement
Advertisement





