Advertisement
Dampak Konflik Timur Tengah, 15 Penerbangan di Bandara Soetta Batal
Ilustrasi pesawat / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, TANGERANG–Ketegangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali berdampak langsung pada operasional udara di tanah air. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) melaporkan adanya pembatalan 15 jadwal penerbangan menuju wilayah tersebut, Selasa (3/3/2026).
Data operasional yang dihimpun hingga pagi hari menunjukkan daftar maskapai besar terpaksa menghentikan layanan sementaranya akibat eskalasi konflik yang memanas. “Berdasarkan pelaporan data operasional hingga pukul 07.00 WIB pada 3 Maret 2026 tercatat 15 penerbangan rute Timur Tengah dibatalkan,” kata Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap di Tangerang, Selasa.
Advertisement
Aziz merinci bahwa 15 penerbangan dengan tujuan negara Timur Tengah itu mencakup rute Abu Dhabi (AUH) yang dilayani oleh Etihad Airways EY472 dan Etihad Airways EY473. Kemudian, untuk rute Doha (DOH) mencakup maskapai Qatar Airways QR956, Qatar Airways QR954, Qatar Airways QR955, Qatar Airways QR957, serta Garuda Indonesia GA900.
Kondisi serupa dialami rute Dubai (DXB) yang dilayani Emirates EK356, Emirates EK358, Emirates EK357, dan Emirates EK359. “Dan rute Jeddah (JED); Saudia Airlines SV822, Saudia Airlines SV823, rute Muscat (MCT); Oman Air WY850, Oman Air WY849,” ungkapnya saat memberikan rincian jadwal yang terdampak.
BACA JUGA
Meskipun angka pembatalan pada hari keempat ini terhitung masif, Aziz mencatatkan adanya tren penurunan jika disandingkan dengan hari sebelumnya yang mencapai 18 penerbangan. “Secara kumulatif, sejak 28 Februari 2026 hingga hari keempat ini, total 60 penerbangan rute Timur Tengah dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta telah dibatalkan,” ujarnya.
Guna menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian ini, pengendalian operasional terus diperketat melalui Airport Operation Control Center (AOCC) yang melibatkan maskapai, AirNav Indonesia, serta otoritas terkait lainnya.
Bandara Soekarno-Hatta juga memastikan aktivitas operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari keempat tetap berjalan dengan normal dan terkendali.
Layanan di seluruh terminal, baik keberangkatan maupun kedatangan, tetap beroperasi sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang berlaku, tanpa berdampak pada penerbangan domestik serta rute internasional di luar kawasan terdampak.
“Manajemen bandara terus memastikan langkah service recovery berjalan optimal bagi penumpang terdampak, termasuk fasilitasi koordinasi dengan maskapai dalam proses penjadwalan ulang maupun pengembalian dana sesuai ketentuan masing-masing maskapai,” katanya.
Para calon penumpang sangat disarankan untuk secara proaktif memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara guna memastikan kelancaran perjalanan. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan informasi lebih lanjut, dapat diperoleh melalui layanan Contact Center Bandara Soekarno-Hatta di nomor 172 yang siaga memberikan panduan terbaru terkait perkembangan situasi di rute Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ketua Paguyuban Prediksi Puncak Belanja Lebaran Beringharjo pada H-3
- Menteri ESDM, Harga BBM Subsidi Tidak Akan Naik hingga Lebaran 2026
- Pelecehan Siswa SLB Belum Ada Tersangka Polresta Jogja Tunggu Psikolog
- AJI Yogyakarta Buka Posko Aduan THR Jurnalis di DIY
- Iran Klaim Sukses Luncurkan Rudal Hipersonik Operasi Janji Sejati 4
- Ahli Onkologi Ungkap Fakta Skincare yang Picu Risiko Kanker
- ASN di DIY Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
Advertisement
Advertisement







