Advertisement
Hizbullah Serang 3 Pangkalan Israel di Golan
Warga Palestina melihat-lihat kerusakan akibat serangan udara Irael di daerah El-Remal di Kota Gaza, Jalur Gaza, Palestina, pada 9 Oktober 2023. Naaman Omar/apaimages - WAFA via Wikimedia Commons\\r\\n\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kelompok Hizbullah mengeklaim melancarkan serangan roket dan drone kamikaze ke tiga pangkalan militer Israel di wilayah utara dan Dataran Tinggi Golan, Selasa (3/3/2026).
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Anadolu Agency, Hizbullah menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas rangkaian operasi militer Israel di wilayah Lebanon. Target utama diklaim merupakan fasilitas strategis yang berfungsi sebagai pusat pengawasan dan komando militer.
Advertisement
Salah satu sasaran yang disebut adalah Pangkalan Udara Ramat David di Israel utara. Hizbullah mengaku mengirimkan sejumlah drone kamikaze yang diarahkan ke titik-titik vital, termasuk lokasi radar dan ruang kendali udara.
Selain itu, serangan juga menyasar Pangkalan Meron, yang berfungsi sebagai pusat manajemen operasi udara di kawasan utara. Fasilitas komando dan sistem radar di lokasi tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat hantaman drone.
BACA JUGA
"Serangan kami terbatas pada sasaran militer. Kami telah meluncurkan serangkaian drone kamikaze ke lokasi radar dan ruang kendali di Pangkalan Udara Ramat David Airbase di Israel utara," demikian bunyi pernyataan Hizbullah.
Operasi berikutnya diarahkan ke wilayah Dataran Tinggi Golan, tepatnya di Pangkalan Nafah. Lokasi ini dikenal sebagai markas penting Divisi Bashan ke-210 militer Israel. Hizbullah mengeklaim telah menghujani pangkalan tersebut dengan roket dalam jumlah besar guna melumpuhkan aktivitas pertahanan Israel di sektor timur.
Hingga laporan ini disusun, pihak militer Israel belum menyampaikan pernyataan resmi terkait dampak kerusakan maupun kemungkinan korban jiwa. Biasanya, otoritas militer Israel melakukan verifikasi internal sebelum memberikan konfirmasi atas insiden serangan lintas batas.
Peningkatan intensitas serangan roket dan drone di kawasan perbatasan Lebanon–Israel memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik bersenjata di Timur Tengah. Situasi keamanan di wilayah tersebut diperkirakan tetap fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Konsumsi Multivitamin Harian Berpotensi Memperlambat Penuaan
- Pantauan Jalur Selatan Jateng Pemudik Mulai Padati Simpang Wangon
- Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
- AS Tarik 2.000 Marinir dari Jepang, Perkuat Serangan Lawan Iran
- Pamit Bukber, Remaja Ditemukan Tewas di Jalur Ngobaran Gunungkidul
- Teror Aktivis KontraS, Peradi Minta Jaminan Keamanan bagi Penggiat HAM
- BMKG Sebut Kemarau 2026 Lebih Kering, Wilayah Jateng Diminta Siaga
Advertisement
Advertisement








