Advertisement

BMKG: Siklon Nokaen dan 96S Picu Hujan dan Gelombang Tinggi

Newswire
Kamis, 15 Januari 2026 - 23:57 WIB
Abdul Hamied Razak
BMKG: Siklon Nokaen dan 96S Picu Hujan dan Gelombang Tinggi Peta pergerakan Siklon Tropis Nokaen yang terpantau berada di sekitar 10,3 derajat Lintang Utara dan 128,8 derajat Bujur Timur di Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kamis (15/1/2026). Siklon tersebut bergerak dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam serta tekanan minimum 1.000 hPa (ANTARA - HO/BMKG)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan munculnya dua sistem cuaca signifikan di sekitar perairan Indonesia, yakni Siklon Tropis Nokaen dan Bibit Siklon Tropis 96S. Keduanya berpotensi memicu hujan lebat dan gelombang tinggi dalam 24 jam ke depan.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramadhani mengatakan kedua sistem tersebut sedang berada dalam wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. “Siklon Tropis Nokaen tercatat tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91W pada 15 Januari 2026 pukul 13.00 WIB,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Advertisement

Siklon Tropis Nokaen: Bergerak Menjauhi Indonesia, Dampak Tetap Terasa

Nokaen terdeteksi di sekitar 10,3° LU dan 128,8° BT, tepatnya di Laut Filipina utara Maluku Utara. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 30 knot (sekitar 56 km/jam) dan tekanan minimum 1.000 hPa. BMKG memprakirakan siklon tersebut akan bergerak konsisten ke arah barat laut dan menjauhi Indonesia.

Meski bergerak keluar, Nokaen tetap membawa dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.

Gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Perairan Bitung dan Sangihe, Manokwari bagian utara, Raja Ampat bagian utara, Biak bagian utara dan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua.

Sementara gelombang 2,5–4 meter dapat muncul di perairan Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku.

Bibit Siklon Tropis 96S: Peluang Rendah Jadi Siklon, Dampak Tetap Ada

Bibit Siklon 96S terpantau di sekitar 15,2° LS dan 113,0° BT di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot (37 km/jam) dan tekanan minimum 1.002 hPa.

BMKG menilai peluang 96S berkembang menjadi siklon tropis masih rendah. Dalam 24 jam ke depan, bibit siklon ini diperkirakan bergerak menjauhi Indonesia ke arah barat daya.

Dampak tidak langsung dari sistem ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB)

Gelombang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Perairan selatan Jawa Tengah hingga selatan Pulau Sumba, Selat Bali, selat Lombok, Selat Sumba, Laut Sawu 

Sedangkan gelombang 2,5–4 meter berpeluang muncul di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, serta pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat terus memantau peringatan cuaca resmi dari pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Mahfud: Rekrutmen Polisi Tanpa Titipan Mulai Diberlakukan

Mahfud: Rekrutmen Polisi Tanpa Titipan Mulai Diberlakukan

Sleman
| Kamis, 15 Januari 2026, 22:17 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement