Advertisement
Kelas Pintar Dukung Pembelajaran AI, Perkuat Digitalisasi Pendidikan
Ilustrasi penggunaan platform digital. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Perusahaan edutech Kelas Pintar menghadirkan pembaruan besar dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) ke dalam platform pembelajarannya guna mendukung digitalisasi pendidikan di Indonesia serta menjawab kebutuhan generasi saat ini.
Seiring perkembangan teknologi dan perubahan karakter belajar peserta didik, Kelas Pintar melakukan sejumlah penyempurnaan pada platformnya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi pendidikan berbasis teknologi yang semakin relevan dengan tuntutan zaman.
Advertisement
"Kami berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan solusi pendidikan berbasis teknologi. Salah satunya dengan berinovasi dan menghadirkan teknologi terkini. Inovasi ini bertujuan untuk mengikuti perkembangan zaman dan juga menjawab tantangan generasi peserta didik di Indonesia," ujar Fernando Uffie, Founder dan CEO Kelas Pintar, Selasa (3/3/2026).
Salah satu pembaruan utama adalah implementasi Artificial Intelligence (AI) pada platform Kelas Pintar. Teknologi tersebut dikembangkan untuk menunjang proses belajar mengajar, mempermudah pelaksanaan asesmen, sekaligus mendukung pembelajaran mandiri murid agar berlangsung lebih efektif dan praktis.
BACA JUGA
Penguatan fitur berbasis AI ini didorong oleh peran teknologi tersebut yang semakin dominan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang bagi sektor pendidikan.
"Lewat pembaruan ini, kami berharap kedepannya para pengguna merasakan kemudahan untuk melakukan seluruh kegiatan pembelajaran di platform Kelas Pintar," tambah Uffie.
Pemanfaatan AI diwujudkan melalui beragam fitur. Salah satunya Classroom Activity Generator, fitur berbasis AI yang dirancang membantu guru menyusun aktivitas pembelajaran sesuai kondisi kelas, ketersediaan sarana, serta kebutuhan murid. Fitur ini mendukung pembelajaran interaktif, kolaboratif, hingga penerapan diferensiasi tugas berdasarkan kemampuan siswa.
Aspek evaluasi, tersedia fitur Objective to Subjective memungkinkan guru mengonversi soal pilihan ganda menjadi soal uraian secara otomatis. Mekanisme ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu sekaligus memperluas variasi bentuk penilaian di kelas.
Selain itu, fitur Subjective Paper Evaluation memungkinkan koreksi jawaban uraian dilakukan secara otomatis. Guru tetap dapat melakukan peninjauan sebelum nilai dipublikasikan, sekaligus menganalisis kelebihan dan kekurangan murid dari setiap jawaban yang diberikan.
Guna mendukung pembelajaran mandiri, Kelas Pintar turut menghadirkan fitur Instant Doubt Solver. Melalui fitur tersebut, murid dapat mengajukan pertanyaan terkait materi, tugas, maupun latihan soal dengan mengunggah foto atau mengetik pertanyaan, kemudian sistem AI akan menyajikan jawaban lengkap beserta penjelasannya.
"Kami masih terus akan mengembangkan fitur-fitur AI. Harapannya, semakin banyak fitur AI di platform Kelas Pintar yang akan membantu digitalisasi pendidikan sekaligus membuat pengalaman belajar yang lebih baik dan berkualitas," katanya.
Tidak hanya pada sisi fitur, platform melakukan pembaruan antarmuka platform agar tampil lebih rapi, bersih, dan ringkas. Sistem navigasi disederhanakan dan dibuat lebih responsif untuk memudahkan pengguna mengakses berbagai menu pembelajaran.
Perusahaan tersebut juga mengoptimalkan infrastruktur teknologi guna memastikan sistem berjalan stabil, cepat, dan aman. Upaya ini dilakukan agar pengguna dapat lebih fokus pada proses pembelajaran tanpa hambatan teknis, sekaligus memperkuat aspek perlindungan data.
Ia menilai pembaruan tampilan serta penyederhanaan navigasi platform menjadi faktor penting dalam menunjang efektivitas kegiatan belajar mengajar. Dengan penyempurnaan tersebut, diharapkan murid dapat belajar dengan lebih fokus dan nyaman.
"Kami berharap pembaruan ini juga memudahkan guru mengakses platform sehingga guru dapat memaksimalkan penggunaan Kelas Pintar dalam kegiatan belajar mengajar," jelas Uffie.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
Advertisement
Advertisement







