Advertisement
Jaksa AS Tuduh Nicolas Maduro Terlibat Terorisme dan Narkoba
Jaksa Agung AS Pam Bondi. - Instagram.
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGTON—Presiden Venezuela Nicolas Maduro terancam menjalani persidangan di Amerika Serikat setelah Jaksa Agung AS Pam Bondi mengumumkan dakwaan pidana terhadapnya dan sang istri, Cilia Flores.
Menurut Bondi, dakwaan mencakup konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata berat ilegal, hingga dugaan ancaman langsung terhadap keamanan Amerika Serikat.
Advertisement
Bondi menegaskan bahwa pemerintah AS akan membawa Maduro dan Flores menghadapi proses hukum di pengadilan Amerika, tanpa pengecualian.
“Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York. Nicolás Maduro didakwa atas konspirasi narco-terorism,” tulis Bondi dalam pernyataannya di platform media sosial X pada Sabtu.
Bondi menambahkan bahwa keduanya juga didakwa atas konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat penghancur yang ditujukan terhadap Amerika Serikat,” kata Bondi.
Atas berbagai tuduhan tersebut, Maduro dan Flores akan segera diadili di Amerika Serikat. “Mereka akan segera menghadapi sepenuhnya kekuatan hukum Amerika di tanah Amerika, di pengadilan Amerika,” ujar Bondi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan berskala besar terhadap Venezuela, serta bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah “ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu.
Trump mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum Amerika Serikat.
Ia menambahkan bahwa rincian tambahan tentang penangkapan Maduro akan dirilis kemudian, dan sebuah konferensi pers akan digelar pada pukul 11.00 waktu setempat di kediamannya di Mar-a-Lago, di negara bagian Florida, Amerika Serikat.
Kasus ini memperuncing ketegangan Washington–Caracas di tengah klaim Presiden Donald Trump soal keberhasilan operasi militer AS di Venezuela.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- Korban Tewas Bencana di Sumatera Capai 1.177 Orang
- Pelatih Semen Padang Kritik Keras Wasit Seusai Kalah dari PSIM
- Guru SMK Muhammadiyah Kretek Dibekali Public Speaking
- 80 Tahun Jogja Ibu Kota RI, Eko Suwanto Ajak Warga Cinta Tanah Air
- Prabowo Bahas Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun di Hambalang
- Pemkab Kulonprogo Lantik 25 Kepsek Baru
- Parlinka Project Amikom Edukasi Pola Asuh Positif Orang Tua Remaja
Advertisement
Advertisement




