Advertisement
Waspada Penipuan Siber Berkedok Ucapan Hari Raya dan Hadiah Palsu
Ilustrasi peretasan - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Libur panjang Natal dan akhir tahun 2025 masih berlanjut hingga pekan depan. Di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat selama masa liburan, perbankan mengingatkan nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan siber yang marak terjadi.
Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Okki Rushartomo menyebut momentum hari besar keagamaan kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksi penipuan. Modus yang digunakan antara lain pesan singkat, media sosial, hingga aplikasi percakapan yang mengatasnamakan ucapan hari raya.
Advertisement
Salah satu modus yang banyak ditemukan adalah pengiriman pesan ucapan Natal yang disertai tautan atau file berupa aplikasi hadiah palsu dalam format Android Package (APK). Aplikasi tersebut mengandung malware yang berpotensi mencuri data pribadi serta informasi perbankan nasabah jika diunduh atau diinstal.
BNI mengimbau nasabah agar tidak sembarangan mengklik tautan maupun mengunduh file dari sumber tidak dikenal, terutama selama periode libur panjang. Nasabah juga diminta tidak pernah membagikan data rahasia perbankan seperti nomor kartu, CVV/CVC, PIN, maupun One Time Password (OTP) kepada siapa pun.
BACA JUGA
Selain itu, nasabah disarankan memastikan perangkat transaksi digital memiliki sistem keamanan memadai, termasuk antivirus dan pembaruan sistem berkala, serta hanya menggunakan aplikasi resmi yang diunduh melalui platform terpercaya.
Direktur Information Technology PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Saladin D. Effendi menyampaikan bahwa periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) hampir selalu diiringi peningkatan upaya penipuan dengan berbagai modus, mulai dari permintaan data pribadi hingga penawaran hadiah dan promo fiktif.
BRI memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem teknologi informasi dengan target tingkat keberhasilan transaksi mencapai 99,9 persen, sembari terus mengedukasi nasabah agar tidak lengah menjaga kerahasiaan data perbankan. Saladin menegaskan bahwa setiap permintaan data rahasia yang mengatasnamakan BRI dapat dipastikan merupakan penipuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
Advertisement
Pembebasan Lahan Tol Jogja-YIA di Kulonprogo Baru 386 Bidang
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Stimulus Lebaran 2026 Picu Lonjakan Mudik ke Jogja
- Thomas Frank Dipecat Spurs, Rp160 Miliar Melayang
- Hedi Yunus Dilarikan ke RS Siloam Surabaya, Tekanan Darah Capai 200
- Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo Junction Sleman Capai 79,5 Persen
- 10 Kesalahan Umum Saat Menyusun Skripsi dan Solusinya
- Timnas U17 Tumbang 2-3 dari China
- Sassuolo Terpuruk, Fabio Grosso Akui Kesenjangan Kualitas
Advertisement
Advertisement







