Advertisement
Kremlin Kecam Pesan Natal Zelensky soal Putin
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky - Dok
Advertisement
Harianjogja,com, JOGJA—Kremlin mengecam keras pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pesan Natal yang menyebut keinginan warga Ukraina agar Presiden Rusia Vladimir Putin binasa.
“'Semoga dia binasa,' mungkin itu yang terlintas di benak masing-masing dari kita," ujar Zelensky sebagaimana dikutip dari The Hill.
Advertisement
Meski demikian, ia menekankan bahwa fokus utama negaranya tetap pada penghentian konflik. "Kita memohon perdamaian bagi Ukraina. Kita berjuang untuk itu. Kita berdoa untuk itu," tambahnya.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi sengit dari pihak Rusia. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, melayangkan kritik tajam dan menyebut pesan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin negara yang beradab.
BACA JUGA
Peskov mencap pesan Zelensky sebagai pernyataan yang “tidak beradab, penuh kebencian, dan berasal dari sosok yang tampak tidak stabil.” Menurut laporan media Rusia, pihak Kremlin juga mulai mempertanyakan kapasitas rasionalitas Zelensky dalam mengambil keputusan-keputusan strategis terkait masa depan konflik.
Kontroversi ini mencuat tepat sehari setelah Zelensky mengajukan rencana perdamaian baru yang terdiri dari 20 poin kepada pihak Rusia. Salah satu poin krusial dalam proposal tersebut adalah pembentukan "sabuk benteng" (fortress belt) di wilayah Donetsk timur yang dikuasai Ukraina sejak 2014.
Langkah ini dirancang sebagai zona pertahanan permanen untuk mencegah terjadinya invasi lanjutan di masa depan. Namun, upaya diplomasi ini dibayangi oleh ketegangan di lapangan. Zelensky menyebut momen ini sebagai "Natal keempat di tengah perang" sejak invasi skala penuh dimulai.
Ia menuduh Moskow sengaja menolak kesepakatan gencatan senjata Natal dan justru mengintensifkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina. "Sayangnya, Rusia terus menolak proposal gencatan senjata yang nyata," tegasnya.
Di tengah saling lempar retorika panas, masih terdapat celah diplomasi yang sedang dijajaki. Laporan dari Reuters mengungkapkan bahwa Kremlin saat ini tengah mengkaji proposal perdamaian yang disusun setelah serangkaian pertemuan tingkat tinggi di Miami, Amerika Serikat, pada akhir pekan lalu.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau apakah proposal tersebut mampu meredam ketegangan atau justru menjadi jalan buntu baru di tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
- Datangi Rumah Duka YB, Gubernur NTT: Negara Lalai Lindungi Anak Miskin
Advertisement
Dua Buruh Tani Meninggal Tersambar Petir di Sawah Seyegan Sleman
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Bus KSPN Malioboro-Pantai Baron, Layani Wisatawan di DIY
- Sidang Akta Kematian Terpadu Dekatkan Layanan Warga Ngestirejo
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Stabil, Simak Daftar Lengkapnya per Gram
- UMKM BISA Ekspor Dorong Transaksi Rp2,27 Triliun Sepanjang 2025
- CTC Trail Ultra 2026 Hadirkan 5.800 Pelari Dunia di Pantai Bantul
- Harga Pangan Turun, Cabai Rawit dan Bawang Merah Ikut Melandai
- Lonjakan Bimbel di Jogja Jelang TKA dan ASPD Jadi Sorotan
Advertisement
Advertisement



