Advertisement
Sri Lanka Dilanda Siklon, 123 Tewas dan Ratusan Hilang
Foto ilustrasi banjir. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Bencana besar melanda Sri Lanka setelah Siklon Ditwah memicu banjir dan tanah longsor, menyebabkan 123 orang tewas dan 130 lainnya hilang, pada Sabtu (29/11/2025).
Distrik Kandy melaporkan 51 kematian, dengan 67 orang masih hilang. Di Distrik Badulia, 35 kematian telah dikonfirmasi, dan 27 orang masih hilang, menurut laporan berita lokal Ada Derana pada Sabtu.
Advertisement
Distrik lain juga terdampak, dengan sembilan kematian di Kegalle, delapan di Matale, enam di Nuwara Eliya, dan lima di Ampara.
Siklon Ditwah, yang melanda Sri Lanka pada 26 November, telah berdampak pada 373.428 orang dari 102.877 keluarga, sementara 43.925 orang telah direlokasi ke 488 tempat penampungan sebagai tanggapan atas krisis tersebut.
BACA JUGA
Cuaca buruk, termasuk hujan deras, banjir yang meningkat, dan tanah longsor, telah melanda pulau tersebut sejak 17 November.
Pihak berwenang juga telah mengeluarkan peringatan banjir berisiko tinggi untuk beberapa sungai besar, dan mengimbau warga yang tinggal di hilir untuk segera mengungsi.
Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake telah memerintahkan pengerahan lebih dari 20.000 personel militer untuk melakukan operasi penyelamatan, menurut Daily Mirror.
Pihak berwenang sebelumnya telah mengeluarkan peringatan tanah longsor tingkat merah untuk delapan distrik berisiko tinggi, yang menandakan risiko serius bagi lereng curam, masyarakat di lereng bukit, dan zona rawan.
Menurut All India Radio, Ditwah kemungkinan akan tiba di pantai selatan India di negara bagian Tamil Nadu pada Minggu dini hari, yang akan mengganggu layanan penerbangan dan pendidikan di beberapa wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Uji Coba Malioboro Full Pedestrian, Pedagang Tetap Bisa Melintas
Advertisement
Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
Advertisement
Berita Populer
- 10.000 Bayi di Bantul Jadi Target Imunisasi Heksavalen
- Rencana Insinerator Sampah Batal, Pemkab Sleman Andalkan PSEL Piyungan
- 29 Ribu Warga Bantul Terima BLT Rp900.000 dari Pusat
- Sultan Minta Kemenag Kawal Penuh Embarkasi Yogyakarta
- Satgas Nataru Cepat Aktif, Pertamina Dinilai Lebih Sigap
- Pemkab Bantul Siapkan Jembatan Darurat Lebih Besar di Wunut Imogiri
- Pendapatan PKB Melemah, Pemda DIY Intensifkan Penagihan
Advertisement
Advertisement



