Advertisement
11 Anggota Brimob Aniaya Warga
Kekerasan - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, MALUKU—Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menindak tegas oknum anggota Brimob yang terlibat dalam penganiayaan terhadap warga di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
“Kasus ini sedang ditangani tim gabungan dari Propam Polda Maluku dan Provos Brimob,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, di Ambon, Senin.
Advertisement
Ia menyatakan pihaknya menyesalkan tindakan belasan anggota Brimob Kompi 3 Batalyon B yang diduga melakukan penganiayaan tersebut. Ia menegaskan perbuatan itu tidak akan ditoleransi.
“Kapolda sudah langsung memerintahkan Dansat Brimob dan Kasi Provos bersama tim Paminal Bid Propam Polda Maluku menuju SBT untuk menangani dan mengusut tuntas dugaan penganiayaan warga itu,” ujarnya.
Menurutnya, setiap anggota polisi yang terbukti melanggar hukum akan diproses sesuai aturan. “Polda Maluku tidak akan melindungi oknum yang terbukti melakukan kesalahan. Pasti diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya menegaskan.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. “Siapapun yang terlibat penganiayaan pasti ditindak. Namun kami mohon masyarakat bisa menahan emosi. Kasus awal juga sedang ditangani Polres SBT. Prinsipnya kita akan terbuka dan tetap menyelesaikan permasalahan ini,” ucap Rositah.
Sebelumnya, dua keluarga di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) diduga menjadi korban kekerasan oleh 11 oknum anggota Brimob Kompi 3 Yon B Pelopor pada Senin (22/9/2025).
Salah satu korban Jamina Rumadedey (26) menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 10.20 WIT. Saat itu, Abdul Haji Rumaday (30) salah satu korban tengah berada di rumahnya, tiba-tiba datang 11 orang yang diduga oknum Brimob.
Sempat terjadi interaksi cekcok di antara mereka, hingga pada akhirnya berujung pada aksi pemukulan oleh belasan oknum Brimob tersebut terhadap seluruh keluarga di dalam rumah.
Aksi itu menyebabkan para korban mengalami cedera. Usai kejadian, korban bersama sekitar 100 warga langsung mendatangi Markas Kompi 3 Yon B Pelopor.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) SBT AKBP Alhajat mengungkapkan bahwa insiden penganiayaan oleh belasan anggota Brimob, berawal dari kesalahpahaman.
Awalnya saat pesta pernikahan, Minggu (21/9/2025) ada seorang anggota Brimob yang dianiaya oleh sejumlah orang. "Sebenarnya ini hanya salah paham. Saat ada acara pesta nikah, terjadi saling senggol," kata Kapolres.
Situasi kemudian memanas ketika seorang anggota Brimob dikabarkan dipukul oleh beberapa orang di lokasi pesta. Merasa tidak terima, rekan-rekan anggota Brimob tersebut berusaha mencari para pelaku, namun tidak berhasil.
"Tadi siang, anggota Brimob datang langsung ke rumah terduga pelaku. Di sana, terjadi pemukulan," katanya.
Polisi saat ini fokus pada upaya meredakan situasi dan menenangkan massa. "Yang jelas ada kesalahpahaman. Sekarang, alhamdulillah, situasi sudah tenang. Tadi keluarga korban sudah saya terima di ruangan. Mereka menyerahkan prosesnya kepada proses hukum yang akan dilanjutkan oleh Dansat Brimob," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
- KPK Panggil Mantan Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Suap Jalur Kereta
- Iran Masukkan Aset Ekonomi AS dalam Daftar Target Serangan
Advertisement
Bupati Gunungkidul Targetkan Perbaikan RTLH 1.000 Unit di Tahun Ini
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Angel Di Maria Tutup Pintu Piala Dunia 2026
- Krisis Energi Bangladesh Picu Antrean Panjang di SPBU
- Justin Hubner Main 50 Menit, Fortuna Sittard Tumbang
- Kasus Hibah Pariwisata Sleman, Sri Purnomo Segera Hadapi Tuntutan JPU
- Korban Tewas Longsor Sampah di TPST Bantargebang Jadi 4 Orang
- Gagal Finis di Thailand, Marc Marquez: Ini Bukan Lagi Soal Menang
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Senin 9 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







