Advertisement
Selamatkan Anak Gajah di Perbatasan, Kemenhut Gandeng Malaysia
Gajah Borneo. / ilustrasi Shuterstock
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan telah berkoordinasi dengan otoritas Malaysia melalui jaringan Interpol guna menyelamatkan anak gajah borneo (Elephas maximus borneensis). Penyelamatan ini difokuskan di wilayah dekat perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Tawau, Sabah, Malaysia.
"Interpol Malaysia sedang konfirmasi ke pihak berwenang di sana," kata Kasubdit Penanganan Pengaduan Kehutanan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut, Hendra Nur Rofiq, Senin (9/3/2026).
Advertisement
Koordinasi tersebut dilakukan setelah Ditjen Gakkum Kemenhut menerima laporan terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan anak gajah terjebak di sebuah perkebunan. Berdasarkan identifikasi, peristiwa itu terjadi di perkebunan kelapa sawit kawasan Tawau, Sabah.
Patroli di Wilayah Perbatasan
BACA JUGA
Hendra menjelaskan bahwa koordinasi dengan pihak Malaysia melalui jaringan Interpol telah dilakukan sejak Jumat (6/3/2026). Selain jalur internasional, Gakkum Kemenhut juga menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara dan KPH Nunukan.
Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan gajah borneo melalui patroli rutin, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kemenhut juga bekerja sama dengan Sabah Wildlife Department untuk mengawal isu penyelamatan satwa ini serta pertukaran informasi konservasi lintas batas.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan induk gajah beserta anaknya terjebak lumpur di perkebunan sawit menjadi viral. Dalam kolom komentar, banyak warganet yang menandai akun otoritas BKSDA dan Kemenhut agar segera mengambil tindakan.
Gajah borneo merupakan salah satu subspesies gajah asia yang kini statusnya terancam punah. Kolaborasi lintas negara menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian habitat dan populasi mamalia besar ini di daratan Kalimantan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
Advertisement
Advertisement






