Advertisement
Ribuan Orang Unjuk Rasa di London Tolak Kunjungan Donald Trump
Presiden Ameriksa Serikat (AS), Donald Trump. - Reuters/Jonathan Ernst
Advertisement
Harianjogja.com, LONDON - Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di pusat kota London pada Rabu (17/9) sore waktu setempat untuk memprotes kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kedua kalinya ke Inggris. Unjuk rasa digelar = saat Trump tiba di Kastel Windsor untuk menghadiri sambutan resmi keluarga kerajaan.
Para pengunjuk rasa mengangkat poster berisi kritikan terhadap kebijakan AS terkait imigrasi, Gaza, dan perubahan iklim. Dengan iringan suara terompet dan drum, massa berpawai dari Portland Place ke Parliament Square.
Advertisement
Salah seorang pengunjuk rasa berkewarganegaraan AS, Amanda, mengatakan dirinya sengaja terbang dari Los Angeles ke London hanya untuk mengikuti aksi unjuk rasa tersebut.
"Saya rasa, semuanya menjadi sangat kacau belakangan ini. Kita tidak memiliki kepemimpinan yang baik dan saya sangat khawatir dengan arah yang diambil pemerintah AS dan dunia pada umumnya," ujar Amanda.
Pemerintah Inggris pada Selasa (16/9) mengatakan bahwa Inggris dan AS telah menyetujui kesepakatan kerja sama bidang teknologi senilai miliaran dolar AS dalam kunjungan Trump tersebut untuk meningkatkan bidang-bidang yang berkembang pesat, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), komputasi kuantum, dan nuklir.
Pemerintah Inggris menambahkan bahwa Google akan membuka sebuah pusat data di Waltham Cross, Hertfordshire.
Philip Threlfall, seorang warga Hitchin, sebuah kota di Hertfordshire, mengatakan kepada Xinhua bahwa pembangunan pusat data semacam itu memang "tak terelakkan," namun "hanya akan berdampak buruk bagi semua orang, menghabiskan sumber daya listrik, mempersempit lahan basah, dan menghasilkan limbah rutin."
BACA JUGA: Serangan Israel, Warga Palestina yang Tewas Tembus 65.000 Jiwa
Kepolisian Metropolitan Inggris pada Rabu mengatakan pihaknya memperkirakan hingga 5.000 orang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa tersebut.
Kepolisian pada Selasa juga mengumumkan bahwa lebih dari 1.600 petugas akan dikerahkan untuk mengamankan aksi protes besar tersebut dan memperingatkan bahwa massa harus membubarkan diri tepat pukul 19.00 waktu setempat.
Unjuk rasa ini dikoordinasikan oleh kelompok Stop Trump Coalition (Stop Koalisi Trump), yang juga memimpin aksi serupa di Windsor pada Selasa malam, dengan hampir 100 orang warga Windsor dan berbagai wilayah Inggris lainnya berkumpul untuk menunggu kedatangan Trump.
Menurut Istana Buckingham, Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral pada Kamis (18/9), hari terakhir kunjungan Trump, di Chequers, kediaman resmi Keir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara - Sputnik
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Parkir Liar di Sirip Malioboro Picu Macet Parah saat Libur Lebaran
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Mensos Bakal Sanksi 2.708 Pegawai Kemensos Bolos Kerja Usai Lebaran
- Merasa Difitnah Menteri HAM Natalius Pigai Siapkan Langkah Hukum
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Aturan WFH Pusat demi Hemat BBM
- Pengurus PB HMI Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Pelecehan
- KPK Tegaskan Prosedur Pengalihan Tahanan Yaqut Cholil Qoumas Sah
- Jadwal MotoGP AS 2026: Ujian Dominasi Aprilia di COTA
- MIUI Disuntik Mati, Ini Dampak Besar untuk Pengguna Xiaomi
Advertisement
Advertisement







