Aldila Sutjiadi Juara Bad Homburg Open 2026 Jelang Wimbledon
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Ilustrasi undang-undang. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman angkat bicara terkait beredarnya kabar mengenai anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang dituding menjadi provokator dalam aksi demonstrasi.
Dudung menyatakan hingga kini ia belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. “Itu keabsahannya juga saya masih belum monitor ya. Apakah itu benar apa tidaknya, walaupun memang ada yang ditangkap,” ujarnya saat memenuhi undangan rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu, keberadaan intelijen di lapangan merupakan hal yang wajar untuk memantau perkembangan situasi.
BACA JUGA: 147 Ribu Orang Gunakan Kereta Api di Libur Panjang Maulid Nabi
Namun, ia menekankan TNI tidak memiliki tujuan lain selain memantau agar dapat menyiapkan langkah jika diminta membantu kepolisian. "Informasi-informasi itu mungkin dari kelompok intelijen yang bisa masuk ke dalam,” katanya.
Terkait kabar penangkapan anggota BAIS, Dudung menyatakan belum menerima informasi resmi. Ia menyebut Wakil Panglima TNI sebelumnya sudah memberikan pernyataan terkait hal itu, sementara dirinya masih menunggu kejelasan dari pihak TNI.
“Pernyataan dari pihak TNI sendiri sampai sekarang saya belum tahu,” katanya.
Isu mengenai prajurit BAIS TNI yang disebut ditangkap polisi karena menjadi provokator kericuhan mencuat di media sosial. Unggahan tersebut bahkan disertai foto seorang pria yang diamankan serta kartu tanda anggota BAIS TNI, dengan klaim penangkapan terjadi di Pejompongan, Jakarta, pada 29 Agustus 2025.
Namun, TNI dengan tegas membantah kabar itu. Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita kepada wartawan menegaskan tidak ada prajurit TNI yang ditangkap.
Mabes TNI juga menyatakan narasi tersebut tidak benar dan menyesatkan. Kapuspen TNI Brigjen Freddy Ardianzah menilai unggahan tersebut merupakan framing negatif yang justru bisa menimbulkan kesalahpahaman publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.