JPU Sebut Pengaturan Kuota Haji Tambahan Lewat Satu Pintu
Jaksa KPK mengungkap pengisian kuota haji tambahan 2023-2024 dilakukan melalui satu pintu lewat Fuad Hasan Masyhur. Fakta itu terungkap dalam sidang dakwaan man
Ilustrasi undang-undang. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman angkat bicara terkait beredarnya kabar mengenai anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang dituding menjadi provokator dalam aksi demonstrasi.
Dudung menyatakan hingga kini ia belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. “Itu keabsahannya juga saya masih belum monitor ya. Apakah itu benar apa tidaknya, walaupun memang ada yang ditangkap,” ujarnya saat memenuhi undangan rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu, keberadaan intelijen di lapangan merupakan hal yang wajar untuk memantau perkembangan situasi.
BACA JUGA: 147 Ribu Orang Gunakan Kereta Api di Libur Panjang Maulid Nabi
Namun, ia menekankan TNI tidak memiliki tujuan lain selain memantau agar dapat menyiapkan langkah jika diminta membantu kepolisian. "Informasi-informasi itu mungkin dari kelompok intelijen yang bisa masuk ke dalam,” katanya.
Terkait kabar penangkapan anggota BAIS, Dudung menyatakan belum menerima informasi resmi. Ia menyebut Wakil Panglima TNI sebelumnya sudah memberikan pernyataan terkait hal itu, sementara dirinya masih menunggu kejelasan dari pihak TNI.
“Pernyataan dari pihak TNI sendiri sampai sekarang saya belum tahu,” katanya.
Isu mengenai prajurit BAIS TNI yang disebut ditangkap polisi karena menjadi provokator kericuhan mencuat di media sosial. Unggahan tersebut bahkan disertai foto seorang pria yang diamankan serta kartu tanda anggota BAIS TNI, dengan klaim penangkapan terjadi di Pejompongan, Jakarta, pada 29 Agustus 2025.
Namun, TNI dengan tegas membantah kabar itu. Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita kepada wartawan menegaskan tidak ada prajurit TNI yang ditangkap.
Mabes TNI juga menyatakan narasi tersebut tidak benar dan menyesatkan. Kapuspen TNI Brigjen Freddy Ardianzah menilai unggahan tersebut merupakan framing negatif yang justru bisa menimbulkan kesalahpahaman publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jaksa KPK mengungkap pengisian kuota haji tambahan 2023-2024 dilakukan melalui satu pintu lewat Fuad Hasan Masyhur. Fakta itu terungkap dalam sidang dakwaan man
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.