Advertisement
Pemerintah Klaim Premanisme ke Investor Mulai Turun
Ilustrasi investasi / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan bahwa laporan terkait tindak premanisme terhadap investor kini sudah relatif menurun.
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Riyatno mengatakan kementerian memiliki tim khusus untuk menangani laporan dari para investor.
Advertisement
"Premanisme sekarang relatif sudah tidak ada ya. Kalau ada laporan, itu ditangani di Kedeputian Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal," ujar Riyatno di Jakarta, Kamis.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Jadikan OTT Wamen Peringatan untuk Kepala Daerah
Jika ada kasus tindak premanisme, ia menuturkan BKPM akan memfasilitasi pertemuan antara pihak investor yang merasa terganggu dengan pihak yang diduga melakukan tindakan premanisme. Tujuannya adalah untuk mencari solusi bersama.
"Kami memfasilitasi pelaku usaha secara end-to-end, mulai dari awal sampai operasional. Jika ada hambatan di tengah jalan, kami akan carikan solusi dengan instansi terkait, baik di pusat maupun di daerah," katanya menambahkan.
Riyatno juga mengungkapkan bahwa pemerintah melalui koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pernah membahas rencana pembentukan satuan tugas (satgas) untuk memberantas premanisme secara lebih terstruktur, meskipun kelanjutannya belum diketahui.
BACA JUGA: Warga Jogja Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem
Meskipun masih ada tantangan, BKPM mencatat tren positif dalam realisasi investasi. Data terbaru menunjukkan bahwa hingga semester I-2025, realisasi investasi telah mencapai Rp942,9 triliun, atau 49,5 persen dari target tahun ini sebesar Rp1.905,6 triliun.
Angka ini terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp432,6 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp510,3 triliun.
“Dari data realisasi investasi untuk triwulan pertama dan triwulan kedua sudah sesuai target. Saat ini sudah mencapai 49 persen,” ucap Riyatno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
- PBB Soroti Krisis Kemanusiaan di Timur Tengah
Advertisement
Dana Desa Sleman Turun Signifikan, Pencairan Tahap Pertama Maret 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini
- Konflik Timur Tengah Ancam Harga BBM di Indonesia
- KPK Ungkap Dana Rp19 Miliar ke Keluarga Bupati Pekalongan
- Promo Ramadan, Thank You Very March Hadir Bagi Pecinta Motor Honda
- Seorang Anak Meninggal Dunia Tertabrak Kereta Api di Gamping Sleman
- Ramadan 1447 H, JNE Hadirkan Promo BERGEMA, Simak Keuntungannya
- KPK Dalami Dugaan Pengondisian Saksi Bupati Pati Nonaktif Sudewo
Advertisement
Advertisement







