Advertisement
Alasan Putin Tak Segera Bantu Iran Melawan Israel
Bendera Israel dan Iran. Ist - x /
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Rusia, Vladimir Putin, pernah ditanya mengapa tak kunjung membantu Iran dalam perangnya melawan Israel. Jawabannya cukup mengejutkan.
BACA JUGA: Nilai Dagang Rusia-Indonesia Melonjak 40 Persen
Advertisement
Sebagaimana diketahui, d tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengklarifikasi peran Moskow dalam bergabung dengan konflik Iran-Israel.
Klarifikasi ini muncul menyusul masuknya AS dengan serangan udara mendadak terhadap situs nuklir Iran. Namun, banyak yang mempertanyakan komitmen Rusia.
Putin, sekutu lama Iran, mengecam mereka yang mempertanyakan komitmen Moskow terhadap sekutunya, menyebut mereka provokator, kantor berita TASS melaporkan.
Presiden Rusia mengatakan bahwa Rusia memiliki hubungan yang bernuansa dengan sekutu-sekutunya di Timur Tengah. Namun tak menampik jika banyak juga orang pecahan Uni Soviet tinggal di Israel.
Ini membuat Vladimir Putin perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan membantu Iran dalam perangnya melawan Tel Aviv.
"Saya ingin menarik perhatian Anda pada fakta bahwa hampir dua juta orang dari bekas Uni Soviet dan Federasi Rusia tinggal di Israel. Israel kini hampir menjadi negara berbahasa Rusia. Dan, tidak diragukan lagi, kami selalu mempertimbangkan hal ini dalam sejarah kontemporer Rusia," kata Putin saat berpidato di sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg.
Ia lebih lanjut mengatakan bahwa 15 persen penduduk Rusia memeluk agama Islam dan Moskow adalah pengamat di Organisasi Kerja Sama Islam.
Rusia telah menjaga keseimbangan yang rumit di Timur Tengah selama beberapa dekade. Moskow menikmati hubungan yang hangat dengan Israel meskipun negara itu mengembangkan hubungan ekonomi dan militer yang kuat dengan Iran.
Putin juga menekankan bahwa Rusia memiliki hubungan saling percaya dengan Iran dan membantu membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pertamanya di Bushehr.
Rusia mengutuk serangan AS
Menyusul serangan AS pada hari Minggu terhadap situs nuklir Fordow, Natanz, dan Esfahan di Iran, Rusia mengutuk pengeboman tersebut, menyebutnya "tidak bertanggung jawab" dan merupakan "pelanggaran berat terhadap hukum internasional".
"Sudah jelas bahwa eskalasi berbahaya telah dimulai, yang penuh dengan ancaman lebih lanjut terhadap keamanan regional dan global," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Minggu lalu, Putin menawarkan bantuan untuk memediasi berakhirnya konflik Israel-Iran. Ia mengatakan bahwa Moskow dapat membantu merundingkan penyelesaian yang memungkinkan Teheran untuk melanjutkan program nuklir damai sambil meredakan kekhawatiran keamanan Israel.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah bersumpah untuk memberikan hukuman bagi Israel sehari setelah AS menyerang tiga fasilitas nuklir di Iran.
Menggunakan X, akun resmi pemimpin Iran berjanji untuk mengintensifkan serangan terhadap Tel Aviv, tetapi tidak menyebutkan serangan AS.
"Hukuman terus berlanjut. Musuh Zionis telah melakukan kesalahan besar, melakukan kejahatan besar; mereka harus dihukum—dan mereka sedang dihukum. Mereka sedang dihukum sekarang," kata Khamenei dalam postingan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Malioboro Full Pedestrian Masih Tunggu Infrastruktur dan Lahan Parkir
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling Sleman Februari 2026, Cek Lokasi Layanan Terbaru
- PSS Sleman: Penonton Boleh Hadir Tanpa Atribut, Begini Respons Pelatih
- IWAPI DIY Gelar Bakti Sosial Ramadan di Kulonprogo
- Kuota Impor Daging Sapi 2026 Dipangkas, Industri Terancam
- Tiket Kereta Lebaran 2026 Sudah Terjual 147.501 di Jogja
- Paket Buka Puasa Selera Ramadhan di GRAMM HOTEL by Ambarrukmo Jogja
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
Advertisement
Advertisement







