Advertisement
Bareskrim Mengaku Kesulitan Menangkap Bandar Narkoba Internasional Fredy Pratama
Fredy Pratama, gembong narkoba buron Polri. / polri.go.id
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Bandar narkoba internasional, Fredy Pratama masih menjadi buron Polri. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengaku menangkapnya.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa mengatakan pria kelahiran Banjarmasin itu sulit ditangkap lantaran dilindungi oleh pihak-pihak di Thailand.
Advertisement
"Fredy masih dilindungi di Thailand. Masih di Thailand. Kami belum bisa jangkau dia. Kan saya bilang tadi. Dia kan gembong, gembong narkotika yang sulit disentuh di Thailand," ujar Mukti di Bareskrim, Selasa (11/2/2025).
Dia menambahkan, Fredy juga masih aktif mengedarkan barang haram tersebut ke Indonesia dengan modus menggunakan kemasan teh Cina. "Saya rasa masih lah ya. Semua teh Cina pasti punya Fredy," tambahnya.B
BACA JUGA: Deddy Corbuzier Jadi Staf Khusus Menteri Pertahanan, KPK: Wajib Lapor Harta Kekayaan
Di lain sisi, Mukti juga mengatakan bahwa saat ini sindikat narkoba Fredy Pratama telah mengganti kode percakapan untuk berkomunikasi untuk mengelabui pengejaran penegak hukum.
"Fredy ini sudah ganti nama di percakapan. Sekarang percakapannya semakin canggih," pungkasnya.
Sebagai informasi, Mabes Polri telah mengirimkan tim ke Thailand yang dipimpin langsung Wakil Direktur (Wadir) Dittipidnarkoba Narkoba Bareskrim Kombes Pol Arie Ardian dan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Krishna Murti.
Tim tersebut berangkat berbarengan dengan proses pemulangan buronan nomor satu di Thailand, Chaowalit Thongduang alias Pang Na-Node alias Sulaiman pada Selasa (4/6/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 22 Februari 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jogja Sabtu 21 Februari 2026
- Liga Spanyol Pekan ke-25: Madrid dan Barcelona Hadapi Laga Krusial
- Liga Italia Pekan ke-26: Inter Berburu Kemenangan di Kandang Lecce
- Tokoh Politik DIY Yuni Astuti Resmi Jabat Komisaris Sinteniki
- 27 Ribu Aplikasi Pemerintah, Pakar: Integrasi Data Jadi PR Besar
- Liga Inggris Pekan ke-27: Tottenham vs Arsenal Jadi Sorotan
- Patroli Blue Light Ramadan Jogja, Polisi Antisipasi Perang Sarung
Advertisement
Advertisement







