Advertisement

Satgas Pemberantasan Judi Online Segera Diaktifkan

Newswire
Kamis, 13 Juni 2024 - 14:37 WIB
Maya Herawati
Satgas Pemberantasan Judi Online Segera Diaktifkan Judi Online / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online akan segera rampung dalam waktu dekat dan segera diaktifkan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa upaya pembentukan satgas tersebut merupakan bagian dari langkah tegas pemerintah dalam memberantas praktik judi daring.

Advertisement

“Pemerintah terus secara serius memberantas dan memerangi perjudian online dan sampai saat ini sudah lebih dari 2,1 juta situs judi online sudah ditutup dan satgas judi online juga sebentar lagi akan selesai dibentuk yang harapan dapat mempercepat pemberantasan judi online,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (12/6/2024).

BACA JUGA: Pinjol Ilegal Bermodus Salah Transfer, Ini yang Harus Dilakukan Agar Rekening Tidak Dikuras

Lebih lanjut, Kepala Negara pun berharap dengan pembentukan satgas ini, judi daring di Tanah Air dapat diberantas secara menyeluruh sehingga dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sehat bagi seluruh warga negara.

Selain itu, dia mengimbau meskipun pemerintah melakukan sejumlah langkah yang sistematis dan komprehensif dalam pemberantasan judi daring, tetapi masyarakat diharapkan dapat menghindari praktik tersebut ke depan.

“Secara khusus saya ingin sampaikan jangan judi, jangan judi, jangan berjudi baik secara offline maupun online. lebih baik kalau ada rezeki, ada uang itu ditabung, ditabung atau dijadikan mudah usaha,” ucapnya.

Dia mengatakan ada banyak kerugian yang terjadi akibat praktik judi di lapangan, misalnya perceraian, meningkatkan tingkat kejahatan dan kekerasan yang tak sedikit menimbulkan korban jiwa.

“Judi itu bukan hanya mempertaruhkan uang, bukan hanya sekedar gim atau iseng-iseng beradiah tapi judi itu mempertaruhkan masa depan, baik masa depan diri sendiri, masa depan keluarga dan masa depan anak-anak kita,” katanya.

Apalagi, dia mengamini kesulitan pemberantasan aktivitas tersebut lantaran judi online memiliki sifat trans nasional, lintas negara, lintas batas dan lintas otorisasi sehingga salah satu pertahanan yang paling penting adalah pertahanan masyarakat.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat luas untuk saling mengingatkan, saling mengawasi dan juga melaporkan jika ada indikasi tindakan judi online,” kata Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Catatan Statistik Bek Anyar PSS asal Brasil, Pemegang Operan Sukses Tertinggi di Liga 1

Sleman
| Selasa, 16 Juli 2024, 20:37 WIB

Advertisement

alt

6 Destinasi Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi di Bogor

Wisata
| Minggu, 14 Juli 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement