Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Tim gabungan SAR bersama masyarakat melakukan proses pencarian korban banjir bandang lahar dingin yang melanda Desa Batu Taba, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Selasa (14/5/2024). -Bisnis/Muhammad Noli Hendra
Harianjogja.com, AGAM—Sebanyak 20 korban banjir lahar dingin di empat kabupaten dan kota di Provinsi Sumatra barat masih belum ditemukan. Pencarian korban pun terus dilakukan hingga hari ketiga pasca bencana.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengatakan dari hasil pencarian korban di empat daerah yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang, hingga pukul 15.00 Wib Selasa (14/5) tadi total korban meninggal dunia mencapai 50 orang.
"Dari sementara itu 50 korban yang meninggal dunia itu merupakan dampak dari bencana banjir lahar dingin, dan melihat data BPBD bahwa masih ada 20 orang lagi masih dicari," kata dia, Selasa (14/5/2024).
Proses pencarian korban ini terdapat tim gabungan SAR yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan ada dari komunitas rafting yakni LA Rafting yang bertujuan membantu melakukan penyisiran aliran sungai di Batang Anai. Abdul Malik mengaku mengingat dampak dari bencana cukup luas yakni menjangkau tiga kabupaten dan kota yakni Agam, Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang, juga merupakan salah satu kendala yang dihadapi tim saat ini.
"Semakin luas dampaknya, artinya kami butuh sumber daya yang berkompeten. Untuk personel telah ada bantuan dari Riau, Jambi, dan Mentawai, serta sejumlah tim dari pusat," ungkapnya.
Sebelumnya, untuk meminimalisir ancaman berikutnya, Kementerian PUPR akan melakukan proses normalisasi sungai di wilayah aliran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi tersebut. Direktur Air Tanah dan Air Baku (ATAB) Ditjen SDA Kementerian PUPR, Dwi Purwantoro mengatakan melihat kondisi aliran sungai saat ini yang terjadi pendangkalan membuat air meluap dan menghantam bagian kiri dan kanan, sehingga menyebabkan dampak yang buruk.
"Kalau sudah dinormalisasi, aliran airnya tidak menghantam kanan dan kiri lagi. Solusinya harus segera melakukan normalisasi sungai," kata Dwi .
Ia menjelaskan dalam melakukan normalisasi sungai itu, juga perlu memastikan atau mengecek kondisi di bagian arah hulu sungai yakni di Gunung Marapi. Tujuan untuk memastikan apakah terjadi embung-embung atau tidak. "Perlu juga untuk mengecek kondisi hulu itu, apakah ada embung-embung atau tidak. Kalau ada embung-embungnya itu, maka aliran hingga ke bawahnya juga bisa menghantam bagian kanan dan kiri," katanya.
Dwi menyampaikan dalam melakukan pengecekan kondisi di aliran sungai hingga mendekati Gunung Marapi itu, berkoordinasi dengan BPBD setempat. Dengan adanya upaya itu, maka langkah untuk melakukan normalisasi sungai akan terwujud sesuai rencana, dan dampak akibat banjir lahar dingin bisa diminimalisir.
"Dalam melakukan normalisasi sejumlah sungai yang terdampak bencana itu, kami akan mengerahkan kurang lebih 20 unit alat berat, sehingga pengerjaan bisa lebih cepat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
PSIM Jogja membidik kemenangan pada laga perdana Super League musim 2026/2027 yang bertepatan dengan hari ulang tahun klub.
OpenAI meluncurkan GPT-6 Astra, model AI pertama yang melampaui ambang kapabilitas keamanan siber kritis. Kemampuannya memicu kekhawatiran baru di industri tekn
Pemkab Kulonprogo memperketat APBD Perubahan 2026 akibat penurunan pendapatan daerah. Infrastruktur rusak berat dan regrouping sekolah menjadi prioritas utama.
Gal Gadot mengungkap James Gunn dan Peter Safran pernah menjanjikan Wonder Woman 3 bersamanya. Namun proyek itu akhirnya tidak berlanjut
George Russell mengakui McLaren menjadi tim yang harus dikalahkan jelang F1 GP Italia 2026. Mercedes masih mengejar dalam pengembangan mobil.