Motif dan Peran 3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan
Polda Metro Jaya menangkap tiga tersangka pengeroyokan Bambang Setiawan. Polisi mengungkap motif dan peran masing-masing pelaku.
Jemaah Islam Masjid Aolia di Padukuhan Panggang III, Kalurahan Giricahyo, Panggang, Gunungkidul menggelar Salat Idulfitri pada Jumat (5/4/2024) pagi. - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, JAKARTA—Jemaah Aolia di Gunungkidul yang lebaran Idulfitri duluan menghebohkan masyarakat karena selisihnya cukup jauh dengan pemerintah maupun ormas islam lainnya di Indonesia. Kementerian Agama pun angkat boicara terkait fenomena tersebut.
Juru Bicara Kemenag RI, Anna Hasbie, menyampaikan bahwa penentuan 1 Syawal 1445 H atau hari Lebaran 2024 ditentukan melalui dua metode, yakni hisab dan rukyat.
"Hanya ada dua metode yang dikenal, dan diakui, oleh Pemerintah Indonesia dalam menentukan 1 Ramadhan, 1 Syawal dan 1 Dzulhijjah yaitu metode hisab dan rukyat," kata Anna kepada Bisnis, Sabtu (6/4/2024).
Dia juga menekankan selain dua hal itu, pihaknya tidak mengenal metode lain untuk memutuskan penentuan hari-hari besar umat Islam.
Anna juga mengimbau kepada masyarakat agar bisa menentukan hari penting umat Islam berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Itu sebabnya Kemenag selalu mengadakan Sidang Isbat untuk menentukan tanggal2 tersebut. Metode selain yang 2 tersebut, tidak kami kenal," ujarnya.
BACA JUGA: Jemaah Aolia Pimpinan Mbah Benu Lebaran Duluan Usai Telepon Allah, Begini Respons PBNU
Sementara itu, Anna juga menuturkan bahwa pihaknya memiliki layanan soal hisab dan rukyat di Kantor Urusan Agama (KUA). Oleh sebab itu, dia menyarankan agar masyarakat bisa berkonsultasi ke KUA setempat untuk menanyakan soal penentuan hari besar umat Islam.
"Kemenag memiliki layanan untuk pertanyaan soal hisab dan rukyat di KUA. Jadi, apabila umat muslim punya pertanyaan soal ini bisa langsung berkonsultasi di KUA setempat," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pemimpin kelompok jamaah Aolia di Gunung Kidul menetapkan Lebaran lebih awal daripada pemerintah pusat setelah menelpon dan berbicara langsung dengan Allah SWT.
Peristiwa tersebut juga viral di media sosial. Beredar juga potongan video Imam Jamaah Masjid Aolia KH Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo atau Mbah Benu yang menjelaskan soal penetapan Idulfitri tersebut.
Mbah Benu menjelaskan saat bertanya kepada Allah mengenai kapan tepatnya 1 Syawal. Lalu dia mengaku mendapatkan jawaban bahwa Idulfitri dilaksanakan pada Jumat 5 April 2024.
Bahkan, dia mengklaim Allah akan menanggung perbuatannya apabila banyak mendapatkan kecaman dari orang lain perihal penetapan Idulfitri tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Polda Metro Jaya menangkap tiga tersangka pengeroyokan Bambang Setiawan. Polisi mengungkap motif dan peran masing-masing pelaku.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.