Rupiah Menguat ke Rp17.992, Pencabutan Sanksi AS Jadi Pemicu
Rupiah menguat ke Rp17.992 per dolar AS setelah pencabutan sanksi dan tarif AS terkait Rusia, di tengah risiko konflik dan harga minyak.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. ANTARA/Anadolu Agency/am.
Harianjogja.com, TURKI—Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali seruannya kepada masyarakat internasional agar bertindak secara kolektif guna menuntut Israel bertanggung jawab atas kejahatan perang yang mereka lakukan.
"Masyarakat internasional harus bertindak bersama-sama untuk menuntut Israel bertanggung jawab atas kejahatan perangnya," kata Erdogan selagi bertemu dengan Presiden Kosovo Vjosa Osmani di Istanbul dikutip Sabtu (9/12/2023).
BACA JUGA: AS Veto Resolusi DK PBB Terkait Tuntutan Gencatan Senjata di Gaza dapat Kecaman Dunia
Menurut Direktorat Komunikasi Turki, Erdogan menegaskan kembali upaya Ankara dalam mencapai gencatan senjata yang langgeng di Gaza dan dalam memastikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, yang terus diserang dan dibombardir oleh Israel selama lebih dari dua bulan.
Erdogan juga menjanjikan dukungan berkelanjutan untuk pengakuan internasional terhadap Kosovo dan menyoroti pentingnya dialog guna mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Dia dan Osmani juga mendiskusikan masalah hubungan bilateral, regional, dan global. Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya dari Serbia pada 2008 dan memperoleh pengakuan dari banyak negara, termasuk Turki. Namun, Serbia tak pernah mengakui Kosovo dan mengklaim wilayahnya masih bagian dari Serbia.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Jumat menegaskan kembali seruan solusi dua negara dalam konflik Israel dan Palestina. "Yang ingin kami majukan adalah solusi dua negara yang permanen," kata Fidan kepada wartawan di Washington.
Fidan, bersama rekan-rekannya yang ditugaskan dalam pertemuan puncak luar biasa Arab-Islam bulan lalu, mengunjungi AS untuk mendesak gencatan senjata di Jalur Gaza, yang diserang tanpa henti oleh Israel selama lebih dari dua bulan.
"Masalahnya saat ini lebih besar dibandingkan dengan masalah Israel dan Palestina sendiri. Oleh karena itu, kami pikir pemerintah-pemerintah di kawasan harus menyelesaikan masalah ini dan harus bertindak secara bertanggung jawab," kata Fidan.
BACA JUGA: Hasil Survei Terbaru, Gerindra dan PDI Perjuangan Bersaing Ketat pada Pemilu 2024
Dia menggarisbawahi perlu dicapainya solusi dua negara setelah gencatan senjata di Gaza guna menghindari perang lain di wilayah tersebut. Dia mengatakan hal inilah yang ingin diajukan komite kementerian yang menekankan bahwa solusi iti harus "struktural."
Turki siap memberikan kontribusi maksimal untuk mencapai tujuan ini, kata Fidan. Komite itu mendesak solusi dua negara, dan menyerukan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, berdasarkan perbatasan yang ditetapkan pada 1967.
Israel melanjutkan serangan militernya di Jalur Gaza pada 1 Desember setelah berakhirnya jeda kemanusiaan selama sepekan dengan Hamas.
Sedikitnya sudah 17.487 warga Palestina tewas dan lebih dari 46.480 orang luka-luka akibat serangan udara dan darat tanpa henti di Gaza sejak 7 Oktober, menyusul serangan Hamas di Israel. Sementara itu, jumlah resmi warga Israel yang tewas akibat serangan Hamas tercatat 1.200 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah menguat ke Rp17.992 per dolar AS setelah pencabutan sanksi dan tarif AS terkait Rusia, di tengah risiko konflik dan harga minyak.
BP3MI Jawa Tengah mendorong peningkatan kompetensi calon pekerja migran melalui program SMK Go Global.
Polda DIY mengamankan sejumlah demonstran saat aksi di DPRD DIY pada Selasa (20/10/2026). Polisi menyebut terjadi pelemparan batu dan petasan.
KMP Batumandi terbakar saat hendak sandar di Pelabuhan Merak, Banten. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi, tanpa laporan korban jiwa.
Penjualan mobil LCGC turun 11% pada Januari–September 2026, meski pasar otomotif nasional tumbuh. Daya beli dan bunga kredit menjadi sorotan.
Kemenkeu memastikan anggaran penanganan bencana melalui BNPB tidak dipangkas, dengan pagu Rp2,23 triliun dan Dana Siap Pakai Rp750 miliar.