Advertisement
Netanyahu Minta Sidang Ditunda, Hadapi Tiga Dakwaan Korupsi Berat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu / Antara
Advertisement
Harianjogjacom, JAKARTA—Benjamin Netanyahu meminta penundaan sidang korupsinya dengan alasan komitmen diplomatik, di tengah tekanan publik dan tiga dakwaan yang mengancamnya.
Netanyahu hadir di Pengadilan Distrik Tel Aviv untuk pertama kalinya sejak mengajukan permintaan grasi. Langkah tersebut langsung menimbulkan perpecahan di masyarakat Israel, dengan sebagian pihak menolak pengampunan tanpa pengakuan bersalah.
Advertisement
Hakim belum mengambil keputusan atas permintaan penundaan sidang. Netanyahu menghadapi tiga skandal besar: kasus 1000 terkait penerimaan hadiah dari pengusaha, kasus 2000 soal dugaan negosiasi dengan penerbit untuk liputan positif, dan kasus 4000 terkait pemberian keuntungan kepada pemilik Walla! dan Bezeq sebagai imbalan pemberitaan menguntungkan.
Permintaan itu memicu perpecahan besar di kalangan masyarakat Israel. Sebagian mendukung dan sebagian lagi menolak kecuali Netanyahu mengaku bersalah dan turun dari panggung politik, menurut pernyataan kubu oposisi.
Channel 12 melaporkan bahwa sidang Netanyahu dimulai pada Senin dan para hakim tidak menyinggung permintaan grasi itu.
Disebutkan, Netanyahu meminta persidangannya ditunda hingga Selasa dengan alasan "komitmen diplomatik dan keamanan." Para hakim mengatakan mereka akan mempertimbangkan permintaannya.
Netanyahu menghadapi dakwaan korupsi, suap, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus terpisah — nomor 1000, 2000, dan 4000 — yang bisa menyeretkan ke penjara jika dinyatakan bersalah. Dia membantah semua dakwaan itu.
Kasus nomor 1000 berkaitan dengan dugaan Netanyahu dan keluarganya menerima hadiah berharga dari para pengusaha sebagai imbalan bantuan di berbagai bidang.
Kasus nomor 2000 menuduh Netanyahu bernegosiasi dengan Arnon Mozes, penerbit harian Yediot Aharonot, untuk mendapatkan liputan media yang positif.
Sedangkan kasus nomor 4000 menyangkut dugaan Netanyahu memberi keuntungan kepada Shaul Elovitch, mantan pemilik situs Walla! dan mantan eksekutif perusahaan telekomunikasi Bezeq, juga sebagai imbalan untuk liputan yang positif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
Advertisement
Advertisement








