Advertisement

Butet Tetap Mengaku Diiintimidasi saat Pentas Teater TIM Meski Polisi Membantah

Anshary Madya Sukma
Rabu, 06 Desember 2023 - 17:37 WIB
Sunartono
Butet Tetap Mengaku Diiintimidasi saat Pentas Teater TIM Meski Polisi Membantah Butet Kartaredjasa. - Okezone/Dimas

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Seniman Butet Kartaredjasa menyampaikan merasa diintimidasi oleh aparat penegak hukum soal pentas seni di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Jumat, (1/12/2023). Dia menganggap dugaan intimidasi yang dilakukan oleh kepolisian itu berupa keharusan untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak menyinggung soal politik pada pementasannya tersebut.

"Intimidasi itu berupa surat pernyataan yang harus saya tandatangani bahwa saya tidak boleh bicara soal politik. Itu intimidasinya," kata Butet kepada wartawan, dikutip Rabu (6/12/2023).

Advertisement

Ia menuturkan bahwa intimidasi atau komitmen tidak menyinggung politik di pentas seni itu tidak pernah dirasakan sejak 25-an tahun yang lalu atau sejak era reformasi. "Selama ini tidak pernah ada yang gitu-gituan itu, baru kali ini. Sejak reformasi 1998 kami itu pentas monolog, teater gandring, program indonesia kita, tidak pake tanda tangan yang ada berkomitmen tidak bicara politik itu tidak ada. Jadi intimidasinya disitu bukan didatangi orang lalu ditekan tekan bukan begitu," katanya.

BACA JUGA : Butet Beberkan Fakta Djoko Pekik Jadi Tahanan: Tidur Meringkuk Berhimpitan di Lantai Kasar

Surat pernyataan ini merupakan salah satu dari syarat untuk diturunkan perizinan menggelar pertunjukannya. Butet menyampaikan proses penandatanganan surat pernyataan itu telah melukai demokrasi. Pasalnya, telah mengatur konten dari seni pertunjukan.

"Itu yang melukai demokrasi kita. Itu kan berarti mau mengatur konten seni pertunjukkan, itu intimidasi," katanya.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Susatyo telah mengklarifikasi tidak menyentuh materi apapun dalam pertunjukan. Pada intinya, dia mengaku hanya mengamankan acara teater yang berlangsung.

"Sehingga tidak ada, kami tidak menyentuh pada aspek materi, apalagi perizinan. Apalagi perizinan sudah dibahas pada saat panitia mengajukan perizinan. Sehingga kami fokus pada pengaman kegiatan termasuk tamu-tamu yang datang," kata Susatyo.

Di sisi lain, Sekretariat Kayan Production selaku penyelenggara, Indah menegaskan acara Indonesia Kita yang bertajuk "Musuh Bebuyutan" itu tidak ada intervensi yang dilakukan pihak kepolisian sebagaimana isu beredar.

BACA JUGA : Hadir di Rakernas PDIP, Butet Kartaredjasa Tebar Pujian ke Megawati

"Hanya mau menyampaikan bahwa saya memang yang melakukan pengurusan terkait surat-surat perizinan ke kepolisian. Lalu tidak ada intimidasi dalam penandatanganan surat tersebut," kata Indah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Ribuan Pelari dari 22 Negara Meriahkan Coast to Coast Ultra 2024 di Pantai Selatan Bantul

Bantul
| Minggu, 25 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement