Advertisement
Inggris Sebut Rusia Iming-imingi Imigran Jadi Tentara dengan Bayaran Tinggi
Kepala milisi Rusia Wagner Yevgeny Prigozhin mengklaim para pejuangnya telah mengambil alih fasilitas militer di kota Rusia yang kritis dan strategis. Pejuang kelompok tentara bayaran swasta Wagner berjaga di jalan dekat markas besar Distrik Militer Selatan di kota Rostov/on/Don, Rusia, 24 Juni 2023. REUTERS / Stringer
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Rusia meningkatkan kampanyenya untuk merekrut orang asing di negara-negara tetangga dan mengeksploitasi pekerja migran dalam perangnya melawan Ukraina. Hal ini dilakukan untum menghindari mobilisasi warga domestik untuk jadi tentara sebelum pemilihan presiden pada tahun 2024.
Kementerian Pertahanan Inggris (Kemenhan) Inggris sebut Rusia mengiming-imingi imigran jadi tentara dengan bayaran tinggi.
Advertisement
Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, iklan rekrutmen militer telah muncul secara online sejak akhir Juni dengan target audiens di Armenia dan Kazakhstan. Iklan tersebut menawarkan pembayaran awal sebesar 495.000 rubel ($5.140) dan gaji mulai dari 190.000 rubel ($1.973).
BACA JUGA: Terobos Laut Hitam, Ukraina Lancarkan Serangan Drone ke Rusia
Rusia juga berupaya merekrut etnis Rusia yang tinggal di wilayah Kostanay, Kazakhstan, tambah kementerian itu.
Selain itu, Rusia telah mengeksploitasi pekerja migran dengan tawaran untuk “mempercepat kewarganegaraan” jika mereka berperang di Ukraina setidaknya sejak bulan Mei, dengan menawarkan gaji hingga $4.160.
Para pekerja migran Uzbekistan yang dikirim ke Mariupol yang diduduki Rusia dilaporkan disita paspornya setibanya di sana dan ditekan untuk bergabung dengan militer Rusia dan berperang melawan Ukraina.
Kementerian Pertahanan Inggris menulis bahwa setidaknya ada enam juta migran Asia Tengah yang saat ini berada di Rusia, “yang menurut Kremlin mungkin merupakan calon migran potensial.”
Dorongan untuk merekrut orang asing dari negara-negara tetangga dan mengeksploitasi pekerja migran “memungkinkan Kremlin memperoleh personel tambahan untuk upaya perangnya di tengah meningkatnya jumlah korban” dan “menghindari tindakan mobilisasi domestik yang tidak populer menjelang pemilihan presiden tahun 2024. " tambah kementerian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pendidikan Berbasis Al-Quran Diperkuat di Kulonprogo
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- 21.000 Peserta BPJS PBI Jogja Dinonaktifkan, Ini yang Dilakukan Dinkes
- PSIM Jogja Ditahan Persis Solo 0-0, Semen Padang Diuntungkan
- BPPTKG Tegaskan Aktivitas Gunung Merapi Normal Setelah Gempa Pacitan
- Final Piala Asia Futsal 2026: Iran Waspadai Motivasi Tinggi Indonesia
- Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Diperiksa KPK dalam Kasus PGN
- Terbongkar, Jeffrey Epstein Danai Startup Teknologi di Silicon Valley
- Tes Rambut Oksitosin Prediksi Ikatan Ibu-Anak
Advertisement
Advertisement



