Advertisement
Vladimir Putin Tolak Damai dengan Ukraina
Pemandangan gedung apartemen yang rusak. Rusia meluncurkan serangan rudal ke Ukraina. Musuh meluncurkan rudal Kalibr dari Laut Hitam. Akibat serangan rudal Rusia di Lviv, sebuah gedung apartemen rusak. Lantai 3 dan 4 di dua pintu masuk hancur. Sejauh ini, empat orang tewas, dan jumlah korban luka meningkat menjadi 34 orang. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Presiden Rusia, Vladimir Putin, menolak salah satu proposal perdamaian dengan Ukraina.
Beberapa pemimpin Afrika belakangan berinisiatif untuk memberikan proposal kepada Vladimir Putin. Dalam proposal tersebut, ada beberapa hal yang bisa menjadi cikal bakal perdamaian antara Rusia dan Ukraina.
Advertisement
Dilansir dari Reuters, proposal tersebut menampilkan serangkaian langkah yang mungkin untuk meredakan konflik.
Beberapa langkah yang dimaksud termasuk penarikan pasukan Rusia, penghapusan senjata nuklir taktis Rusia dari Belarusia, penangguhan surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Putin dan keringanan sanksi.
Meski demikian, Putin telah secara tegas menolak proposal perdamaian tersebut. Hal tersebut lantaran Ukraina seolah tak mau damai.
Baca juga: Sudah Ada 9 Depo Sudah Dibuka, Pemkot Duga Pembuang Sampah Juga dari Warga Luar Jogja
Terbaru, mereka meluncurkan serangan dengan menggunakan rudal Korea Utara.
“Ada hal-hal yang hampir tidak mungkin diterapkan, seperti gencatan senjata. Tapi Ukraina malah sebaliknya, mereka melakukan serangan strategis, bagaimana kita menahan tembakan ketika mereka menyerang kita?” kata Putin dilansir Reuters.
Padahal, orang No.1 Rusia tersebut mengakui bahwa proposal ini seharusnya bisa jadi langkah awal untuk perdamaian dunia.
“Ini hanya bisa menjadi inisiatif bilateral. Tapi inisiatif [Afrika] menurut saya bisa menjadi dasar dari proses tertentu menuju resolusi damai, seperti inisiatif China, tidak ada persaingan atau kontradiksi di sini,” katanya.
Ukraina belum mau damai
Putin benar, Ukraina belum mau damai. Sebelum Afrika, China telah merilis beberapa proposal kepada Rusia. Proposal tersebut berisi 12 poin yang menyerukan de-eskalasi dan gencatan senjata di Ukraina.
Akan tetapi, Volodymyr Zelenskyy, presiden Ukraina, telah menolak gagasan gencatan senjata tersebut
Menurut mereka, genjatan senjata hanya akan membuat Rusia mengendalikan hampir seperlima negaranya dan memberi pasukannya waktu untuk berkumpul kembali setelah perang selama 17 bulan.
Dia juga mengatakan bahwa pembicaraan damai dengan ukraina akan meminta Moskow untuk menarik pasukannya dari wilayah Ukraina yang diduduki, sesuatu yang dikatakan Rusia tidak dapat dinegosiasikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Suara Ibu Indonesia Desak Negara Lindungi Aktivis dari Teror Air Keras
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- HUT ke-271 DIY, Ketua Komisi A DPRD DIY Dorong Pengentasan Kemiskinan
- Jadwal Imsak, Subuh hingga Buka Puasa Jogja Sabtu 14 Maret 2026
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 14 Maret 2026 dari Palur hingga Tugu
- Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 14 Maret 2026 dari Tugu ke Palur
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 14 Maret 2026
- Jadwal KA Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 14 Maret 2026, Cek Rutenya
- 5 Aplikasi Saham Terpercaya untuk Pemula 2026
Advertisement
Advertisement





