Advertisement
Jadi 3 Lajur, Tarif Tol Cipali Bakal Naik
Foto udara kondisi arus lalu lintas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 154 saat one way diberlakukan di kawasan Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (20/4) - Bisnis/Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mendorong Astra Tol Cipali selaku operator Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) untuk menambah lajur di ruas tol tersebut.
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja mengatakan, penambahan lajur diperlukan untuk membuat pola operasi tol di momen mudik 2024.
Advertisement
Pasalnya, kehadiran Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang baru beroperasi pada 11 Juli 2023 lalu itu dinilai dapat memicu bottleneck di ruas Cipali.
"Ini sedang dikerjakan oleh BPJT [Badan Pengatur Jalan Tol] untuk mendorong Astra. Ini kan investasi lagi, tapi dikompensasi dalam bentuk penyesuaian tarif dan perpanjangan masa konsesi," kata Endra kepada Bisnis, dikutip Selasa (18/7/2023).
Baca juga: Mahasiswa UMY Jadi Korban Mutilasi di Sleman, Kampus Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama
Endra memahami adanya biaya investasi baru yang perlu dikeluarkan Astra Tol Cipali, untuk itu BPJT menawarkan kenaikan tarif dan perpanjangan masa konsesi kepada Astra.
Hal ini untuk menghindari terjadi penumpukan yang disebabkan masuknya kendaraan dari sisi selatan Jakarta untuk mengakses Tol Cisumdawu, kemudian kendaraan dari Cikampek menuju Pantura sehingga titik temu di Cipali.
Endra juga memprediksi, Tol Cisumdawi akan menggeser titik kemacetan yang semula seringkali terjadi di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama atau KM47 kini ke ruas Tol Cipali KM150.
"Kami sudah bisa pastikan titik kemacetan ada di sana [KM150], karena dari arah Cikampek 4 lajur, Cisumdawu 4 lajur, ketemunya di Cipali cuma 2 lajur, makanya ini harus diperlebar," ujarnya.
Adapun, menurut Endra, pelebaran lajur akan memakan sisa lahan yang ada di tengah perbatasan lajur kanan dan kiri sehingga jarak ruas A dan B berpotensi dipersempit. "Demand-nya naik, dia [Astra] harus respons, yang diambil lajur tengah rencananya ke sana, nanti kita lihat lagi, sekarang sedang hitung-hitungan dan desain, tetapi ini harus cepat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Daftar Film Terlaris Maret 2026, Danur dan Suzzanna Unggul
- Diduga Lalai Saat Memasak, Rumah di Argorejo Ludes Terbakar
- Ujian TKA Dimulai April, Sekolah dan Orang Tua Diklaim Makin Siap
- Per 1 April 2026 Isi BBM Bersubsidi Dibatasi dan Wajib Catat Nopol
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 31 Maret 2026
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
Advertisement
Advertisement








