Advertisement

Prajurit RI Gugur di Lebanon, MPR Desak PBB Agar Israel Disanksi Tegas

Newswire
Selasa, 31 Maret 2026 - 19:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Prajurit RI Gugur di Lebanon, MPR Desak PBB Agar Israel Disanksi Tegas Ketua MPR RI Ahmad Muzani (ketiga kiri) menyampaikan keterangan soal gugurnya prajurit TNI akibat serangan Israel di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). ANTARA - Fath Putra Mulya

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Serangan di wilayah Lebanon selatan yang menewaskan prajurit Indonesia memicu desakan keras dari parlemen. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia meminta dunia internasional segera bertindak tegas atas insiden tersebut.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel atas serangan yang terjadi di sekitar pasukan penjaga perdamaian.

Advertisement

“MPR mendesak kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel,” ujarnya dalam jumpa pers di kompleks parlemen, Senayan, Selasa.

MPR juga mengutuk keras serangan tersebut yang dinilai sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan, karena menyasar prajurit yang tengah menjalankan misi perdamaian di bawah mandat PBB di Lebanon selatan.

Menurut Muzani, para prajurit yang gugur merupakan putra terbaik bangsa yang bertugas menjaga stabilitas kawasan dalam misi internasional.

“MPR menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugur dan terlukanya para prajurit TNI yang menjalankan tugas konstitusi dan mandat PBB di Lebanon selatan,” katanya.

Dalam insiden pertama, Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3). Tiga prajurit lainnya mengalami luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Sehari berselang, serangan kembali terjadi terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan dua prajurit Indonesia gugur dalam kejadian tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyebut dua korban meninggal adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara dua prajurit lainnya, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, mengalami luka.

Selain mendesak sanksi internasional, MPR juga mengusulkan agar pemerintah memberikan penghargaan kepada para prajurit yang gugur. Tak hanya itu, MPR meminta evaluasi terhadap penempatan pasukan Indonesia di Lebanon jika jaminan keamanan tidak terpenuhi.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko tinggi yang dihadapi prajurit Indonesia dalam misi perdamaian dunia, sekaligus menjadi tekanan diplomatik bagi komunitas internasional untuk memastikan perlindungan pasukan penjaga perdamaian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kemarau Diprediksi Lebih Kering, Bantul Siaga Kekurangan Air

Kemarau Diprediksi Lebih Kering, Bantul Siaga Kekurangan Air

Jogja
| Selasa, 31 Maret 2026, 21:27 WIB

Advertisement

Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya

Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya

Wisata
| Selasa, 31 Maret 2026, 09:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement