Advertisement

Stok BBM Dijaga Aman, Pemerintah Terapkan WFH dan Batasi Dinas

Newswire
Selasa, 31 Maret 2026 - 22:17 WIB
Sunartono
Stok BBM Dijaga Aman, Pemerintah Terapkan WFH dan Batasi Dinas Foto ilustrasi work from home, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman di tengah gejolak global akibat konflik Timur Tengah. Sejumlah kebijakan efisiensi langsung diterapkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kondisi ekonomi Indonesia masih stabil dengan fundamental yang kuat meski rantai pasok global terdampak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Advertisement

“Perlu ditekankan kepada masyarakat bahwa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga. Untuk itu, kebijakan berikut ini diambil agar masyarakat tetap tenang dan tetap produktif,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).

Sebagai langkah pengendalian konsumsi energi, pemerintah menetapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara setiap Jumat. Selain itu, penggunaan kendaraan dinas dibatasi hingga 50 persen, kecuali untuk operasional penting dan kendaraan listrik.

Pembatasan juga diterapkan pada perjalanan dinas, yakni hingga 50 persen untuk perjalanan dalam negeri dan 70 persen untuk perjalanan luar negeri. Kebijakan ini diproyeksikan mampu menekan beban anggaran sekaligus konsumsi BBM.

Dari sisi fiskal, kebijakan WFH diperkirakan menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM. Sementara itu, penghematan dari konsumsi BBM masyarakat diperkirakan bisa mencapai Rp59 triliun.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, sesuai arahan pemerintah.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan kesiapan perusahaan dalam menjaga stabilitas energi nasional di tengah tekanan krisis global.

“Pertamina siap menjalankan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah krisis energi global,” ujarnya.

Ia menambahkan, fokus utama saat ini adalah menjaga ketersediaan energi serta memastikan distribusi berjalan optimal hingga ke seluruh wilayah.

Langkah serupa juga dilakukan Pertamina Patra Niaga sebagai pengelola sektor hilir energi. Berbagai strategi dilakukan, mulai dari penguatan koordinasi dengan pemasok hingga optimalisasi sistem distribusi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan pihaknya akan terus menjaga keandalan distribusi energi serta memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu panic buying,” ujarnya.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Konsumsi energi yang wajar dinilai menjadi kunci untuk menjaga kelancaran distribusi di tengah situasi global yang tidak menentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam

Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam

Jogja
| Rabu, 01 April 2026, 00:37 WIB

Advertisement

Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya

Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya

Wisata
| Selasa, 31 Maret 2026, 09:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement