Advertisement

Ujian SIM Dipermasalahkan, Korlantas Akan Studi Banding ke Luar Negeri

Lukman Nur Hakim
Kamis, 22 Juni 2023 - 19:27 WIB
Arief Junianto
Ujian SIM Dipermasalahkan, Korlantas Akan Studi Banding ke Luar Negeri Petugas Satpas Satlantas Polres Bantul mendampingi peserta pelatihan ujian SIM C, Senin (7/11 - 2022). / Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal melakukan studi banding guna memperbaiki penerapan ujian pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dirrigident Korlantas Polri, Brigjen Yusri Yunus mengatakan bahwa studi banding dilakukan ke beberapa negara maju untuk melihat pembuatan SIM.

Advertisement

“Kalau memang perlu nanti kami studi banding ke negara-negara lain untuk bisa melihat negara maju secepatnya,” kata Yusri di Gedung Humas Polri, Kamis (22/6/2023).

Selain studi banding, pihak dari Korlantas akan membuat tim kelompok kerja atau pokja guna memperbaiki sistem ujian pembuatan SIM. Pokja akan melibatkan stakeholder seperti dari pihak Perhubungan dan pakar di bidang lalu lintas.

“Nanti kami kaji ini karena kami akan melibatkan stakeholder terkait baik itu perhubungan, para staf ahli yang memang pakar di bidang lalu lintas angkutan dan jala. Kami akan duduk bersama membuat tim pokja sesegera mungkin,” ujarnya.

BACA JUGA: Polisi Sediakan Tempat Latihan Ujian Praktik SIM di Seluruh Kapanewon Gunungkidul

Sebelumnya, Yusri Yunus mengatakan bahwa dalam proses pengajian dan evaluasi nantinya terdapat beberapa aspek yang menjadi pertimbangan. Salah satunya ujian angka delapan dan zigzag.

"Kami akan kaji dan evaluasi lagi uji yang tidak relevan seperti angka 8 dan zigzag. Namun jangan melupakan aspek keselamatan," kata Yusri di Gedung Humas Polri, Kamis (22/6/2023).

Lebih lanjut, Yusri menyebut bahwa proses pengujian untuk mendapatkan SIM juga akan menyertakan beberapa aspek keamanan yang bertujuan untuk mengurangi adanya joki atau calo.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkap permasalahan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sulit bagi pengendara kendaraan bermotor.

Dia mengatakan bahwa dirinya akan melakukan perbaikan pembuatan SIM dari manual menjadi sistem digitalisasi. “Tentunya kami akan selalu perbaiki. Pak Asops, Pak Kakorlantas, sedang berusaha melakukan perbaikan yang awalnya manual menjadi digitalisasi,” kata Listyo di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Rabu (21/6/2023).

Sumber: Bisnis.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Libur Nataru, Okupansi Hotel di Sleman Sudah Capai 90 Persen

Sleman
| Jum'at, 08 Desember 2023, 11:47 WIB

Advertisement

alt

Cari Tempat Seru untuk Berkemah? Ini Rekomendasi Spot Camping di Gunungkidul

Wisata
| Rabu, 06 Desember 2023, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement